Shalat selesai. Salam sudah diucapkan. Sebagian orang langsung berdiri dan kembali melakukan aktivitas.
Padahal, ada amalan-amalan setelah shalat yang diajarkan Nabi ﷺ dan memiliki keutamaan besar.
Bukan berarti seseorang harus berlama-lama setelah setiap shalat. Namun, jika memiliki kesempatan, jangan terburu-buru meninggalkan tempat shalat sebelum menyempurnakan dzikir dan doa yang disyariatkan.
Berikut beberapa hal yang sering kita lupakan setelah shalat.
1. Beristighfar Tiga Kali
Salah satu amalan pertama setelah salam adalah beristighfar.
Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Rasulullah ﷺ apabila selesai shalat, beliau beristighfar tiga kali dan mengucapkan: Allahumma antas-salam wa minkas-salam…” (HR. Muslim)
Menariknya, istighfar dilakukan setelah selesai shalat.
Seolah-olah seorang Muslim diingatkan bahwa meskipun baru saja menyelesaikan ibadah, ia tetap membutuhkan ampunan Allah.
Kita bisa mengucapkan:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ
“Aku memohon ampun kepada Allah.”
Sebanyak tiga kali.
2. Membaca Dzikir yang Diajarkan Nabi ﷺ
Setelah istighfar, terdapat berbagai dzikir yang sahih dari Nabi ﷺ.
Di antaranya membaca:
اللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلَامُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَا الْجَلَالِ وَالإِكْرَامِ
“Ya Allah, Engkaulah As-Salam dan dari-Mu keselamatan. Mahaberkah Engkau, wahai Pemilik keagungan dan kemuliaan.” (HR. Muslim)
Kemudian terdapat pula dzikir-dzikir lainnya yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ.
Tidak harus selalu menggunakan satu bacaan saja. Ada beberapa bentuk dzikir setelah shalat yang memiliki dasar dari sunnah.
3. Jangan Lupakan Ayat Kursi
Membaca Ayat Kursi setelah shalat fardhu termasuk amalan yang sangat dianjurkan berdasarkan sejumlah riwayat.
Ayat Kursi adalah ayat ke-255 dari Surah Al-Baqarah.
Allah berfirman:
اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ
“Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Dia, Yang Mahahidup, Yang terus-menerus mengurus makhluk-Nya.” (QS. Al-Baqarah: 255)
Jika sudah terbiasa membacanya setelah shalat, jangan mudah meninggalkannya.
4. Berdzikir dengan Tasbih, Tahmid, dan Takbir
Di antara dzikir yang sangat dikenal setelah shalat adalah:
Subhanallah
Alhamdulillah
Allahu Akbar
Nabi ﷺ mengajarkan beberapa bentuk hitungan dan susunan dzikir setelah shalat.
Salah satu yang masyhur adalah membaca:
- Subhanallah 33 kali
- Alhamdulillah 33 kali
- Allahu Akbar 33 kali
Kemudian menyempurnakannya dengan tahlil.
Namun, terdapat pula riwayat dengan bentuk hitungan yang berbeda.
Hal ini menunjukkan bahwa dzikir setelah shalat memiliki beberapa bentuk yang berasal dari sunnah.
5. Berdoa
Setelah berdzikir, seorang Muslim boleh memohon kepada Allah berbagai kebaikan.
Mintalah kepada Allah kebaikan dunia dan akhirat.
Mohonlah agar shalat diterima.
Mohon ampun atas kekurangan.
Mohon keteguhan dalam ketaatan.
Dan mintalah apa saja yang baik dan halal.
Namun, perlu diperhatikan bahwa tidak semua doa atau dzikir yang populer di masyarakat otomatis merupakan tuntunan khusus yang harus dilakukan setelah shalat.
Karena itu, belajar dari doa-doa yang memiliki dasar dari Al-Qur’an dan Sunnah adalah langkah yang baik.
Jangan Terburu-buru Pergi
Ada satu hal sederhana yang terkadang terlupakan: jangan terburu-buru meninggalkan shalat hanya karena ingin kembali ke aktivitas.
Setelah shalat, luangkan beberapa menit.
Tidak perlu lama.
Duduk dengan tenang.
Beristighfar.
Berdzikir.
Berdoa.
Kemudian lanjutkan aktivitas.
Beberapa menit tersebut mungkin terasa kecil, tetapi bisa menjadi bagian penting dalam menjaga hubungan kita dengan Allah sepanjang hari.
Dzikir Setelah Shalat Bukan Sekadar Rutinitas
Karena dilakukan setiap hari, dzikir setelah shalat bisa berubah menjadi kebiasaan otomatis.
Lisan bergerak, tetapi hati tidak mengetahui apa yang sedang diucapkan.
Cobalah sesekali berhenti sejenak dan pahami maknanya.
Ketika mengucapkan:
Subhanallah
ingat bahwa Allah Mahasuci dari segala kekurangan.
Ketika mengucapkan:
Alhamdulillah
ingat bahwa seluruh pujian dan nikmat berasal dari Allah.
Ketika mengucapkan:
Allahu Akbar
ingat bahwa Allah lebih besar daripada seluruh urusan yang sedang memenuhi pikiran kita.
Dengan begitu, dzikir bukan hanya gerakan lisan, tetapi juga pengingat bagi hati.
Tidak Harus Lama, yang Penting Istiqamah
Bagi orang yang memiliki kesibukan, mungkin muncul pikiran: “Kalau dzikir setelah shalat harus panjang, saya tidak sempat.”
Padahal, tidak selalu demikian.
Mulailah dengan dzikir-dzikir yang sahih dan mampu kita lakukan secara konsisten.
Setelah terbiasa, kita bisa menambah amalan lainnya.
Yang terpenting adalah jangan meninggalkan sunnah hanya karena merasa belum mampu melakukan semuanya.
Penutup
Shalat tidak berhenti hanya ketika kita mengucapkan salam. Ada kesempatan untuk melanjutkan ibadah melalui dzikir dan doa.
Maka, setelah salam, jangan langsung mengambil ponsel.
Jangan langsung memikirkan pekerjaan.
Jangan langsung beranjak jika masih memiliki waktu.
Berikan beberapa menit untuk berdzikir dan mengingat Allah.
Bisa jadi justru beberapa menit setelah shalat itulah yang membuat hati kita tetap terhubung dengan Allah sampai datang waktu shalat berikutnya.
Sumber:
Al-Adzkar, Imam an-Nawawi.
Jami‘ al-Adzkar, pembahasan dzikir setelah shalat.