Muslim Kanada Cemaskan Serangan Saat Ramadhan

Takut serangan kebencian akan terjadi usai pembantaian berdarah oleh fanatik Kristiani, di Norwegia, masjid-masjid di Kanada diminta untuk lebih meningkatkan kewaspadaan selama Ramadhan.

“Kami menandai bahwa tipe peristiwa macam ini, insiden internasional kerap diikuti dengan kejahatan dan diskriminasi kebencian yang menarget komunitas Muslim,” ujar direktur eksekutif Dewan Kanada Hubungan Amerika-Islam, Ihsaan Gardee, 28 Juli.

Dalam manifesto yang dipublikasikan secara online, si pembunuh, Anders Behring Breivik mengutip satu baris kalimat mengenai ruang multi-keyakinan di sebuah universitas di Kanada di mana Muslim terlibat.

Ia mengutip sebuah laporan di sebuah surat kabar kampus yang menuding bahwa Muslim menggunakan ruang multi-keyakinan di Univeristas Ryerson untuk shalat jamaah.

Laporang ini langsung mengejutkan Muslim Kanada, yang takut tempat-tempat ibadah mereka aka ditarget oleh ekstremis ultra-kanan serupa.

Dewan Kanada mendesak Muslim untuk bekerja sama dengan otoritas dan penegak hukum dan melaporkan setiap sikap mencurigakan. Lembaga itu juga menyarankan Muslim bekerja sama dengan grup etnis lokal dan komunitas antarkeyakinan serta membuat daftar kontak darurat jika sewaktu-waktu dibutuhkan.

“Kami sendiri menyadari tak ingin terlalu waspada, kami juga tak ingin komunitas takut berlebihan,” ujar Gardee. “Ini murni sikap berjaga-jaga.”

Islamofobia

Seruan untuk waspada langsung disambut oleh Muslim Kanada. “Islamofobia ada di sana, ia hidup, di propagandakan dengan sangat baik dan dikenal baik,” uar kepala imam di Al-Madinah Calgary Islamic Center, Syed Soharwardy.

Ia berkata kewaspadaan itu harus terus dijaga, tak hanya saat Ramadhan yang akan dimulai pekan depan. “Saya setuju bahwa ada kemungkinan anggota masyarakat yang berupaya melukai Muslim, terutama menjelang Ramadhan,” ujar Soharwardy.

Berupaya memastikan keamanan minoritas Muslim, Mike Patton, jurubicara untuk Menteri Kemanan Publik Kanada–Vic Toews, mengatakan otoritas akan mengambil tindakan diperlukan untuk melindungi masjid-masjid selama Ramadhan.

Ketika insiden internasional menjadi sumber keprihatinan komunitas agama tertentu, Patton mengatakan baik Badan Intelijen dan Kemanan Kanada (CSIS) dan Polisi Kerajaan Kanada (RCMP) akan memastikan bekerja sangat dekat dengan komunitas dan melibatkan polisi lokal.

“Saya yakin (gangguan) itu tak terjadi, dan ketika itu terjadi, intelijen di komunitas kita akan memastikan mereka yang berisiko tinggi akan selalu aman dan dilindungi. (Fani/rpb)