Babak Baru Konflik Penguasa Turki dengan Militer

Para kepala staf militer Turki mundur Jumat kemarin (29/7) terkait meningkatnya ketegangan dramatis selama penangkapan puluhan pejabat militer yang dituduh berkomplot untuk menggulingkan pemerintah yang berakar Islam Turki.

Perkembangan terbaru yang tidak diharapkan ini menyebabkan ketidakstabilan politik atau militer dalam jangka pendek. Pemerintah telah memimpin penguatan institusi sipil serta pertumbuhan ekonomi, meminggirkan peran politik militer dan mengurangi intervensi angkatan bersenjata dalam hal-hal nonmiliter.

Pemerintah menanggapi dengan cepat pengunduran para kepala staf militer dengan menunjuk komandan tertinggi yang tersisa, Jenderal Necdet Ozel, sebagai komandan pasukan darat baru dan kepala staf militer, kantor perdana menteri mengumumkan. Presiden Abdullah Gul menyetujui penunjukan tersebut.

Jenderal Isik Kosaner mengundurkan diri sebagai kepala staf pagi Jumat (29/7) kemarin bersama dengan komandan angkatan laut, tentara dan angkatan udara.

Pengunduran diri para jenderal ini menyoroti keretakan tradisional di Turki antara kalangan sekuler dan kekuatan pemerintah dengan akar Islam. Di masa lalu, militer – yang telah pengaruhnya politiknya berkurang dalam dekade terakhir – telah secara berkala membersihkan jajaran petugasnya yang dianggap pro-Islam. (Fani/erm)