Mesir Seret Saverus ke Pengadilan Karena Hina Islam

Mesir dikabarkan telah menyeret Najib Saverus ke pengadilan tinggi karena dituduh telah menghina Islam. Namun, sidang masih akan ditunda hingga dua hari kedepan untuk mendengar pembelaan dari Najib Saverus.

Menurut keterangan dari anggota jaksa penuntut umum Mesir, Mamduh Ismail, dalam surat keterangannya yang bernomer 8655 tahun 2011 dijelaskan, bahwa Saverus telah terbukti menyebarkan dua karikatur Mickey Mouse (tikus) di halaman twiternya. Salah satu karikatur Mickey Mouse itu menyerupai wanita bercadar, sedangkan karikatur lainnya menyerupai laki-laki berjenggot dan mengenakan surban.

Atas penyerupaan dalam pembuatan karikatur itu, Saverus didakwa telah melakukan penghinaan terhadap urusan agama Islam, karena memakai cadar dan berjenggot adalah bagian dari Sunnah Nabi Muhammad saw.

Pembuatan karikatur itu, Saverus dianggap dengan sengaja menghina dan melecehkan busana dan simbol-simbol Islam serta menodai Sunnah Nabi saw. yang dapat mengancam kesatuan dan perdamaian warga Mesir.

Mendengar dakwaan itu, Saverus mencoba membela diri. Ia mengaku bahwa karikatur itu tidak dimaksudkan untuk menyerang seseorang.

“Saya meminta maaf bagi orang yang tidak menganggap karikatur itu sebagai sebuah lelucon saja. Saya menganggapnya hanya sebagai gambar lelucon dan tidak ada maksud sama sekali saya tidak menghormati seseorang. Sekali lagi, saya minta maaf,” bela Saverus di halaman twiternya sebagaimana dikutip oleh Islammemo.cc, Rabu (27/07).

Menanggapi permintaan maaf itu, umat Musim Mesir secara tegas menolaknya. Bahkan, mereka menyerukan untuk memboikot salah satu stasiun TV miliknya.

Tak ketinggalan, Syaikh Abdul Mun’im dengan mengatasnamakan Lembaga Dakwah Salafiyah di Iskandariyah, ikut menyuarakan secara tegas akan penolakannya. Ia mengegaskan bahwa seluruh umat Islam menolak permintaan maaf Saverus.

Pelecehan terhadap Islam oleh Saverus ini bukan kali pertama dilakukannya. Dulu ia pernah mencela Islam dengan menyebutnya sebagai agama yang mengikuti hawa nafsu dalam sebuah acara televisi. Ia juga pernah memprovokasi umat Islam atas pernyataannya yang kontroversi soal cadar dan bom istisyhadiyah pada akhir 2007. (Fani/ism)