Dalam Islam, warisan terbaik yang bisa diberikan orang tua kepada anak bukanlah harta benda, melainkan ilmu dan adab. Konsep ini sejalan dengan nilai-nilai parenting Islami yang menekankan pendidikan akhlak, tauhid, serta ilmu yang bermanfaat.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Apabila anak Adam meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim, no. 1631).
Hadits ini menunjukkan bahwa ilmu yang bermanfaat dan anak shalih adalah warisan abadi, yang bernilai lebih tinggi dibandingkan harta duniawi.
Pentingnya Ilmu dalam Mendidik Anak Menurut Islam
Ilmu merupakan cahaya yang membimbing kehidupan. Dalam Al-Qur’an, Allah ﷻ berfirman:
“Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadilah: 11).
Ilmu yang benar akan menuntun anak untuk mengenal Allah, memahami halal dan haram, serta menjalani hidup sesuai syariat. Inilah tujuan utama pendidikan anak dalam Islam, yaitu menjadikan anak sebagai generasi yang beriman, cerdas, dan bermanfaat.
Adab: Mahkota Ilmu bagi Anak
Dalam parenting Islami, adab menempati posisi yang lebih tinggi daripada sekadar pengetahuan. Imam Malik rahimahullah berkata, “Pelajarilah adab sebelum engkau mempelajari ilmu.”
Adab meliputi akhlak kepada Allah, kepada orang tua, guru, sesama manusia, bahkan terhadap lingkungan. Anak yang berilmu tetapi tidak memiliki adab akan mudah terjerumus dalam kesombongan. Sebaliknya, anak yang beradab akan dimuliakan, meskipun ilmunya sederhana.
Ibnu Qayyim Al-Jauziyah menulis dalam Miftah Dar al-Sa’adah:
“Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, tidak akan bertahan lama.”
Peran Orang Tua dalam Parenting Islami
Orang tua adalah madrasah pertama bagi anak. Dalam membentuk keluarga muslim yang kokoh, orang tua perlu menanamkan ilmu dan adab dengan cara:
- Menjadi teladan nyata – Anak lebih cepat meniru perbuatan daripada mendengar nasihat.
- Mengajarkan adab sejak dini – Seperti adab makan, tidur, berbicara, dan bergaul.
- Mengenalkan ilmu agama dan dunia – Seimbang antara ilmu syar’i dan pengetahuan umum.
- Mendoakan anak dengan sungguh-sungguh – Doa orang tua adalah salah satu faktor terbesar terbentuknya anak shalih.
Penutup
Dalam parenting Islami, harta bukanlah warisan terbaik. Yang paling mulia adalah ilmu yang bermanfaat dan adab yang luhur. Anak yang berilmu sekaligus beradab akan menjadi generasi shalih, penyejuk hati, dan investasi akhirat bagi orang tua.
Mari kita jadikan rumah sebagai tempat pendidikan pertama, di mana ilmu dan adab tumbuh bersama, sehingga lahir keluarga muslim yang kuat, berilmu, dan berakhlak mulia.
Sumber:
Al-Muwaththa’ Bab Adab, Malik bin Anas.
Miftah Dar al-Sa’adah, Ibnu Qayyim Al-Jauziyah.
Ihya’ Ulumuddin, Al-Ghazali.
Tarbiyatul Aulad fil Islam, Abdullah Nasih Ulwan.