Al-Muqaddim (Yang Maha Mendahulukan) dan Al-Muakhkhir (Yang Maha Mengakhirkan)

AL-MUQADDIM (YANG MAHA MENDAHULUKAN)

Nabi shallallahu alaihi wa salam

…..أنت المقدم و  أنت المؤخر

“…Engkau adalah Al-Muqaddim dan Engkau adalah Al-Muakhkhir.” (HR Bukhari dan Muslim).

Al-Muqaddim berarti yang memberikan kedudukan yang tinggi dan yang menempatkan segala sesuatu secara proporsional. Allah mendahulukan apa-apa yang Dia kehendaki dan mengakhirkan apa-apa yang Dia kehendaki bagi orang-orang yang Dia kehendaki pula.

Allah yang menonjolkan sebagian orang atas sebagian yang lain, sebagaimana Allah menonjolkan para nabi  atas seluruh manusia dan menonjolkan sebagian manusia atau manusia lainnya.

Al-Qaddam berarti kedudukan yang tinggi dalam sebuah perkara.

…..  وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ  …..

“…. Berilah peringatan kepada manusia dan gembirakanlah orang-orang beriman bahwa mereka mempunyai kedudukan yang Tinggi di sisi Rabb mereka….” (QS. Yunus: 2).

Berdo’a Dengan Nama Al-Muqaddim

Doa Ibadah

  • Allah Ta’ala memotivasi hamba-hambaNya agar segera menuju ketaatan.

وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa, “(QS. Ali Imran: 133)

  • Pada ayat lain Allah menjadikan kecepatan sebagai batas perlombaan menuju keridhaannya.

سَابِقُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا كَعَرْضِ السَّمَاۤءِ وَالْاَرْضِۙ اُعِدَّتْ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاللّٰهِ وَرُسُلِهٖۗ ذٰلِكَ فَضْلُ اللّٰهِ يُؤْتِيْهِ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚوَاللّٰهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيْمِ

“Berlomba-lombalah kamu kepada (mendapatkan) ampunan dari Tuhanmu dan syurga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan rasul-rasul-Nya. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya. dan Allah mempunyai karunia yang besar.”(QS. Al-Hadiid: 21).

  • Siapa yang bersegera menuju kebaikan di dunia, maka ia akan segera  menasuki surga di akhirat. Dan kemampuan manusia dalam  hal ini berbeda-beda, sebagaimana sabda Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam menjelaskan keadaan orang-orang yang melewati shirath (titian).

فيمر أولكم كالبرق …. ثم كمر الريح ثم كمر الطير…حتى يجيء الرجل فلا يستطيع السير إلا زحفا

“Maka orang pertama di antara kalian melewatinya bagaikan kilat… kemudian yang lain seperti angin yang bertiup, kemudian yang lain lagi bagaikan burung terbang…hingga datanglah seorang laki-laki ia tidak mampu  berjalan kecuali merangkak.”

Dalam keadaan demikian,  berdirilah penutup para Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam di atas ash shirath, beliau berdoa

رب سلم سلم

“Wahai Rabb, selamatkanlah selamatkanlah.” (HR Muslim).

  • Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersungguh-sungguh agar umat ini menjadi yang terdepan, seperti ketika beliau melatih para sahabat  agar mereka maju pada shaff pertama dalam shalat.

ققدموا فائتموبي وليأتم بكم من بعدكم لا يزال قوم يتأخرون حتي يؤخرهم الله

“Majulah kalian lalu ikutilah aku, dan hendaklah yang dibelakang kalian mengikuti  (kalian) yang di depan. Satu kaum senantiasa  (terbisasa) terlambat sehingga Allah pun melambatkan mereka.” (HR Muslim).

  • Beliau meningkatkan motivasi agar menjadi yang terdepan melalui sabda beliau

ولو يعلمون ما في التهجير لاستبقوا إليه، ولو يعلمون ما في العتمة و الصبح لأتوهما لو حبوا، ولو يعلمون مافي الصف المقدم لاستهموا

“Seandainya mereka mengetahui keuntungan bersegera menuju shalat, niscaya mereka akan berlomba kepadanya, dan seadainya mereka mengetahui keuntungan shalat Isya dan Shubuh niscaya mereka akan menghadirinya walaupun dengan merangkak, dan seandainya mereka mengetahui keuntungan pada shaf pertama, niscaya mereka akan melakukan undian- untuk mendapatkannya.” (HR. Bukhari dan Muslim).

  • Sepantasnya seorang muslim mendahulukan apa-apa yang didahulukan Allah, berlomba menuju ketaatan, berbuat untuk keridhaanNya dan taqarrub mendekatkan diri kepada-Nya melalui hal-hal yang Dia cintai. Inilah jalan menuju kedudukan yang tinggi dan mulia di dunia dan akhirat.

Doa Permohonan

Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam  menutup doa qiyamullail dengan dua nama Al-Muqaddim dan Al-Muakhir:

اللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ  وَلَكَ الْحَمْدُ لَكَ مُلْكُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ  وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ الْحَقُّ  وَوَعْدُكَ الْحَقُّ  وَلِقَاؤُكَ حَقٌّ وَقَوْلُكَ حَقٌّ وَالْجَنَّةُ حَقٌّ وَالنَّارُحَقٌّ وَالنَّبِيُّونَ حَقٌّ  وَمُحَمَّدٌ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَقٌّ  وَالسَّاعَةُ حَقٌّ اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ  وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ وَبِكَ خَاصَمْتُ وَإِلَيْكَ حَاكَمْتُ  فَاغْفِرْ لِي مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ وَمَا أَسْرَرْتُ وَمَا أَعْلَنْتُ  أَنْتَ الْمُقَدِّمُ وَأَنْتَ الْمُؤَخِّرُ  لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ

“Ya Allah, milikmulah segala puji, Engkaulah penegak langit dan bumi serta apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, milik-Mu lah kerajaan langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah cahaya langit dan bumi dan apa-apa yang ada di dalamnya, milik-Mu lah segala puji, Engkaulah yang benar dan janjimu adalah benar, pertemuan dengan-Mu adalah benar, perkataanmu benar, surga-Mu itu benar ada, neraka itu benar ada, para nabi itu benar, Nabi Muhammad Saw itu benar, dan kiamat itu benar ada. Ya Allah hanya kepada-Mu lah aku berserah diri, hanya kepada-Mu lah aku beriman, hanya kepada-Mu lah aku bertawakkal, hanya kepada-Mu lah aku kembali, hanya dengan-mu lah aku menghadapi musuh, dan hanya kepada-Mu lah aku berhukum. Maka ampunilah aku atas segala dosa yang telah aku lakukan dan yang mungkin akan aku lakukan, dosa yang aku lakukan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan. Engkaulah yang Maha terdahulu dan Engkaulah yang Maha terakhir. Tiada Tuhan selain Engkau”

Dan terkadang yang terakhir dibaca Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam  ketika tasyahud sebelum salam adalah

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ

“Ya Allah, ampunilah aku akan (dosaku) yang aku lewatkan dan yang aku akhirkan, apa yang aku rahasiakan dan yang kutampakkan, yang aku lakukan secara berlebihan, serta apa yang Engkau lebih mengetahui dari pada aku, Engkau yang mendahulukan dan mengakhirkan, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau.”( HR. Muslim 1/534 ).

AL-MUAKHKHIR (YANG MAHA MENGAKHIRKAN)

Al-Muakhkhir berarti yang mengakhirkan sesuatu lalu melakukannya secara proporsional. Dia mengakhirkan orang-orang yang Dia kehendaki dari kedudukan mereka atau mengakhirkan sesuatu dari waktunya karena ilmu dan hikmah-Nya.

Berdo’a dengan Nama Al-Muakhkhir

Do’a Ibadah

  • Tidak ada yang dapat memajukan (mendahulukan) apapun yang diakhirkan oleh Allah.
  • Allah mengakhirkan siksa untuk memberikan kesempatan bagi para hamba untuk bertaubat.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَاۤبَّةٍ وَّلٰكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰٓى اَجَلٍ مُّسَمًّىۚ فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

“Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”(QS. An-Nahl: 61).

  • Apabila telah tiba waktu kematian, tidak ada seorang pun yang mampu mempercepat (mengawalkan) atau mengkahirkan (menunda) dari waktunya hingga Kiamat sekalipun.

…. فَاِذَا جَاۤءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُوْنَ سَاعَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ

“….Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”(QS. An-Nahl: 61).

  • Orang-orang yang menunda, malas dan mengakhirkan kewajiban-kewajiban mereka terhadap Allah, niscaya kebaikan, pahala dan rahmat untuknya akan diakhirkan bahkan akan diakhirkan pula ia dalam adzab dan siksaan, sebagaimana Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam bersabda tentang orang yang sengaja  terlambat menuju shaf pertama

لايزال قوم يتأخرون حتى يؤخرهم الله

“Suatu kaum senantiasa (terbiasa) terlambat hingga Allah pun melambatkan mereka.” (HR Muslim).

Yakni Allah akhirkan rahmat-Nya.

  • Rasul shallallahu ‘alahi wa sallam adalah nabi paling akhir, namun beliau merupakan nabi yang paling menonjol dalam kemuliaan.
  • Jika sebuah kebaikan terlambat untuk seseorang hendaknya ia tidak berkeluh kesah dan berputus asa dari kasih sayang Allah, sebab  hal itu karena adanya hikmah yang Allah berikan.

Doa Permohonan

Bagian dari adab agar berdoa dengan kedua nama (Al-Muqaddim dan Al-Muakhhir) secara bersamaan.

Sumber: The Miracle of Asmaul Husna, Muallifah