Al-Karim (Yang Maha Pemurah dan Mulia)

Disebutkan di dalam Al-Qur’an 3 kali. Salah satunya

وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ

“Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (An-Naml: 40)

Al-Karim berarti Yang Maha Pemurah dan Maha Banyak Kebaikannya dan siapakah yang lebih banyak kebaikannya daripada Allah? Kebaikannya diperoleh dengan cara mudah dan dekat untuk memperoleh apa yang ada di sisi-Nya, maka tidak ada tabir antara diri-Nya dengan hamba-Nya. Dia dekat dengan orang-orang yang dikabulkan. Dia lah yang Maha Mulia, Maha Perkasa, Pemilik keagungan yang tinggi dan suci dari segala kekurangan.

Al Karim juga berarti cepat mengabulkan, ia merupakan lawan kata hina.

Berdoa dengan nama Al-Karim

Doa Ibadah

  • Allah Ta’ala Maha Pemurah(Al-Karim), Dia malu menolak permohonan hamba yang meminta kepada-Nya, sebagaimana dijelaskan Nabi shallallahu ‘alahi wa sallam.

إن ربكم تبارك و تعالى حيي كريم، يستحي من عبده إذا رفع يديه إليه أن يردهما صفرا

“Sesungguhnya Rabb kalian Pemalu dan Pemurah, Dia malu terhadap hamba-Nya  jika telah mengangkat tangannya kepadaNya, lalu Dia mengembalikannya dalam keadaan kosong.” (HR Abu Dawud, Tirmidzi)

  • Di antara kemurahan Allah adalah melipatgandakan pahala mulai dari satu kali lipat, sepuluh kali lipat hingga tujuh ratus kali lipat. Bahkan lebih dari itu, namun kejahatan (keburukan) tidak dilipatgandakan.
  • Di antara kemurahanNya juga adalah menghitung kebaikan dan menganugerahkan pahala ibadah bagi anak-anak yang belum mencapai usia dewasa.
  • Di antara bukti kemurahanNya adalah pemberian-pemberianNya kepada orang yang mengingkari nikmat- Pemurah memang merupakan sifat dasar bagi Allah walau tidak ada satupun dari hamba-Nya yang beribadah kepada-Nya, sebab keagunganNya tidak membutuhkan siapapun.

وَمَنْ شَكَرَ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهٖۚ وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ رَبِّيْ غَنِيٌّ كَرِيْمٌ

Barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Rabbku Maha Kaya lagi Maha Mulia”. (An-Naml: 40)

  • Allah menjuluki kitab suciNya dengan karim, disebabkan kemuliaan akhlak yang terkandung di dalamnya atau karena Allah memberi kemuliaan bagi para penghafalnya dan memberi  kehormatan bagi pembacanya

اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ

“Sesungguhnya Al-Quran ini adalah bacaan yang sangat mulia.”(Al-Waqi’ah: 77)

  • Untuk menghormati hak kedua orang tua, maka Allah menyuruh dan mengarahkan hamba-hambaNya agar berbicara kepada keduanya dengan pembicaraan yang karim (mulia)

وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“…dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia.” (Al Isra’: 23)

Perkataan yang mulia untuk keduanya berarti yang lembut, baik, penuh adab, penuh hormat dan ta’dzim.

  • Meskipun nama ini hanya tersebut 3 kali dalam Al-Qur’an, namun Allah menyempurnakan kandungannya di akhirat, berupa anugerah teragung, yaitu surga. Maka Allah menyatakan bahwa surga merupakan tempat masuk yang mulia, rizki yang mulia dan balasan yang mulia.

اِنْ تَجْتَنِبُوْا كَبَاۤىِٕرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُّدْخَلًا كَرِيْمًا

“Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil) dan Kami masukkan kamu ke tempat yang mulia (surga).” (An-Nisa’:31)

اُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُؤْمِنُوْنَ حَقًّاۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ

“…Mereka Itulah orang-orang yang benar-benar beriman. mereka memperoleh ampunan dan rezki (nikmat) yang mulia.” (Al-Anfal: 74)

تَحِيَّتُهُمۡ يَوۡمَ يَلۡقَوۡنَهٗ سَلٰمٌ ۖۚ وَاَعَدَّ لَهُمۡ اَجۡرًا كَرِيۡمًا

“Salam penghormatan kepada mereka (orang-orang mukmin itu) pada hari mereka menemui-Nya ialah: Salam dan Dia menyediakan pahala yang mulia bagi mereka.” (Al-Ahzab: 44)


مَّن ذَا الَّذِي يُقْرِضُ اللَّهَ قَرْضًا حَسَنًا فَيُضَاعِفَهُ لَهُ وَلَهُ أَجْرٌ كَرِيمٌ

“Siapakah yang mau meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, maka Allah akan melipat-gandakan (balasan) pinjaman itu untuknya, dan Dia akan memperoleh pahala yang banyak.” (Al-Hadid: 11)

يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ الْكَرِيمِ

“Hai manusia, Apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu yang Maha Pemurah.” (Al-Infithar: 6)

Sebagian orang yang ceroboh keliru dalam memahami ayat tersebut, mereka menduga bahwa karim dalam ayat tersebut adalah jawaban atas pertanyaan, seakan-akan jawabannya: ia tertipu oleh kemuliaan dan kemurahan Allah, padahal yang dimaksud adalah ancaman, di mana Allah memberikan peringatan bahwa tidak seyogyanya menyikapi Yang Maha Mulia dengan tindakan-tindakan buruk

Doa Permohonan

Di dalam cobaan dan kesulitan, Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam  kerapkali berdoa dengan

لا إله إلا الله العظيم الحليم لا إله إلا الله رب العرش العظيم لا إله إلا لله رب السموات و رب الأرض و رب العرش الكريم

 “Tidak ada yang berhak diibadahi dengan  benar kecuali Allah Yang Maha Agung Lagi Maha Lembut, Tidak ada yang berhak diibadahi dengan  benar kecuali Allah pemilik arsy yang agung, Tidak ada yang berhak diibadahi dengan  benar kecuali Allah Rabb langit, Rabb bumi dan Rab Arsy yang mulia.” (HR Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Bani)

Doa yang mahal, pada malam yang mahal. Aisyah Radhiyallahu ‘anha bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam , “Ya Rasullah, apa pendapatmu jika aku mengetahui lailatul qadr, apa yang aku baca di dalamnya? Beliau menjawab, “Ucapkanlah

اللهم انك عفو كريم تحب العفو فاعف عني

“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi Maha Mulia, Engkau mencintai maaf, maka maafkanlah aku.” (HR Tirmidzi, dishahihkan oleh Al-Bani).

Sumber: The Miracle of Asmaul Husna, Muallifah