Ustadz Farid Okbah: ‘Ucapkan Selamat Natal Sama Saja Akui Kebatilan Mereka’

SETIAP tahun hampir selalu saja masalah kontroversi mengucapkan selamat natal menjadi bahasan kaum Muslimin khususnya di Indonesia. Pro kontra persoalan ini semakin melebar ketika MUI diwakili salah satu ketuanya KH.Ahmad Cholil Ridwan, Lc menegaskan haram hukumnya bagi umat Islam mengucapkan selamat Natal.

Dan mulailah masing-masing pihak baik yang pro maupun yang kontra mencari-cari pembenaran atas sikap mereka menolak dan mendukung mengucapkan selamat hari natal.

Terkait masalah ini, ustadz Farid Achmad Okbah, MA yang merupakan salah seorang aktivis di Dewan Dakwah Islam Indonesia (DDII) dan juga ketua Islamic Center Bekasi mengatakan bahwa umat Islam seharusnya mempunyai sikap bila terkait dengan masalah aqidah.

“Umat Islam harus punya sikap yang jelas bila berkaitan dengan masalah aqidah karena prinsipnya adalah lakum dinukum waliyadin,” ujar Ustad Okbah dalam pesan singkatnya kepada Islampos.com siang kemarin (24/12/2012).

Menurut ustadz Okbah, mengucapkan selamat Natal kepada kaum Nasrani secara langsung maupun tidak langsung telah mengakui kebatilan ajaran sesat mereka yang mengakui adanya Tuhan yang tiga tersebut. Apalagi kaum Nasrani mayoritas mengakui bahwa tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran ‘tuhan Yesus’.

“Mengucapkan selamat natal sama saja dengan mengakui kebatilan mereka (kaum Nasrani),” tandas beliau.

Namun tentu hal tersebut tidaklah mudah diterima oleh sebagian kalangan yang sangat menganjurkan toleransi beragama khususnya dari kalangan liberal. Dalam kacamata mereka umat Islam yang tidak melakukan hal seperti itu dengan mengucapkan selamat Natal kepada kaum Nasrani dianggap sebagai kelompok yang intoleran, tidak mau menjunjung kebersamaan dan sebagainya.(fq/islampos)