Rezim Assad Mulai Gunakan Kapal Tempur untuk Bantai Demonstran

Suriah untuk pertama kalinya hari Minggu kemarin (14/8) mulai menggunakan kapal perang untuk menghancurkan pemberontakan yang melawan rezim Bashar Assad, dengan melakukan penyerangan di kota pantai Mediterania Latakia setelah ribuan demonstran melakukan aksi di sana selama akhir pekan untuk menuntut pemecatan presiden Assad. Setidaknya 25 orang tewas, menurut laporan aktivis.

Serangan yang dikoordinasikan oleh kapal meriam dan pasukan darat adalah gelombang terbaru dari serangan brutal terhadap aksi protes anti-pemerintah yang diluncurkan pada awal bulan ini. Serangan itu menunjukkan Assad tidak berniat mundur dari sikapnya meskipun telah menimbulkan kemarahan internasional dan mendapat sanksi baru dari AS dan Eropa.

“Kami sedang menjadi targetkan serangan dari darat dan laut,” kata seorang warga di Al-Ramel distrik Latakia, wilayah yang paling parah diserang. “Penembakan dilakukan secara intens. Kami tidak bisa keluar. Mereka merampok dan membobol rumah warga,” tambahnya.

Pada saat kapal tempur menyerang pantai distrik Latakia, lewat darat tentara yang didukung oleh tank dan pasukan keamanan menyerbu beberapa lingkungan termasuk al-Ramel, membuat perempuan dan anak-anak yang ketakutan melarikan diri, beberapa dari mereka berjalan kaki mengungsu ke daerah yang lebih aman.

Penduduk al-Ramel mengatakan setidaknya tiga kapal perang mengambil bagian dalam serangan itu, dan banyak orang telah tewas dan terluka. Penembakan juga menargetkan beberapa masjid yang ada di daerah tersebut. (Fani/erm)