Inilah Nasihat Terakhir Syaikh Asy-Sya’rawi Kepada Mantan Presiden Hosni Mubarak

Mesir akan segera merilis video saat-saat Syaikh Asy-Sya’rawi memberikan nasihatnya yang terakhir kepada mantan presiden Hosni Mubarak.

Nasihatnya itu disampaikan dalam pertemuan terakhir antara Syaikh Asy-Sya’rawi dengan Hosni Mubarak, yang terjadi pada tahun 1995 dan disiarkan langsung oleh TV resmi Mesir. Siaran itu disiarkan pada malam Selasa (15/3).

Selain Asy-Sya’rawi, hadir dalam pertemuan itu Syaikh Muhammad Al-Ghazali, DR. Zakaria Azmi dan juga uskup Kristen Ortodok.

Saat pertemuan antara Asy-Sya’rawi dengan Hosni Mubarak, tampak dalam video Asy-Sya’rawi sedang memberikan nasihat kepada Hosni Mubarak sambil bersandar di tongkatnya karena sedang sakit.

Asy-Sya’rawi menyampaikan nasihat terakhirnya kepada Hosni Mubarak, “Wahai presiden, sesungguhnya saya hidup di dunia ini hanya untuk mencari ridha Allah maka saya tidak akan mengakhiri hidupku dengan kemunafikan. Saya tidak akan bertele-tele, tapi saya akan berkata kepada ummat, bangsa dan pemerintah dan para oposisi dengan kalimat yang singkat supaya tidak salam paham. Saya ingin mereka mengetahui bahwa kekuasaan itu di tangan Allah, Ia memberikan kepada siapa yang dikehendaki. Maka jangan ada konspirasi dan makar untuk memperolehnya.

Kekuasaan, ketika telah Allah turunkan maka kemudian Ia akan berikan kepada siapa yang Ia kehendaki. Hendaknya seseorang ketika berkuasa hanya mencari ridha Allah. Bila ia adil maka ia akan memperoleh manfaat dari keadilannya itu, tapi bila berbuat zhalim dan jahat maka Allah akan menyebarkan rasa benci dan jelek kepadanya di hati umat manusia. Mereka akan membenci orang zhalim meskipun ia belum berkuasa.

Untuk itu, saya katakan kepada semuanya; sesungguhnya kita dan alhamdulillah telah meyakini akan kebenaran firman Allah maka mari kita renungkan firman Allah, “Dan mereka membuat makar jahat maka Allah pun membuat makar,” dan bagaimana kita menafsirkan, “Sesungguhnya mereka membuat makar dan Kami pun membuat makar,”?

Wahai Presiden, itu lah nasihat akhir yang ingin aku katakan kepadamu. Semoga ini menjadi pertemuan terkahir antara aku dan kamu. Jika Allah metakdirkan engkau terus berkuasa, semoga Allah memberi taufik dan menolongmu.”

Red: Fani
Sumber: Alarabiya