Para Imam Tuntut Independensi Al-Azhar

Polisi militer Mesir pada hari Minggu kemarin (13/3) mencegah aksi demonstrasi yang diselenggarakan oleh para imam masjid yang menyerukan adanya independensi bagi Al-Azhar serta menuntut adanya investigasi terhadap tuduhan korupsi yang ada di Kementerian Wakaf, kata seorang saksi mata.

Saksi mata yang sama mengatakan bahwa anggota polisi militer mencegah para imam dari mencapai kantor Dewan Tertinggi Angkatan Bersenjata (SCAF) dan menyerang mereka dengan pukulan dan tongkat listrik. Mengakibatkan bentrokan antara kedua belah pihak.

Hampir 1.000 imam dan pendakwah menyelenggarakan aksi pada hari Minggu kemarin, yang dimulai di luar Masjid Nur di Abbassiya, mereka berbaris menuju SCAF. Para imam telah berkumpul di masjid sejak pagi hari, dan delegasi dari sepuluh imam menuju ke gedung SCAF. Para imam tersebut diberitahu, bahwa masalah yang mereka ajukan akan dibahas di kemudian hari. Para imam kemudian berkonsultasi satu sama lain dan memutuskan untuk berangkat ke SCAF sekali lagi, menekankan bahwa ini adalah kali kedua di mana SCAF gagal memenuhi janji-janji dari tuntutan mereka.

Para imam menuntut bahwa undang-undang mengenai posisi Grand Syaikh Al-Azhar diubah serta meminta penunjukan Grand Syaikh melalui pemilihan umum dan mendesak Kementerian Wakaf menjadi bagian dari Al-Azhar serta keduanya independen.

Mantan Presiden Mesir Gamal Abdel Nasser telah memutuskan pada tahun 1961 untuk mengubah peraturan di Al-Azhar sehingga Grand Syaikh Al-Azhar diangkat oleh presiden dan bukan dipilih. Nasser juga menempatkan anggaran Al-Azhar di bawah kontrol negara.

Red: Fani
Sumber: Eramuslim