Presiden Sarkozy Pecat Penasihat Muslimnya

Presiden Perancis Nicolas Sarkozy memecat penasihat “keanekaragamannya” setelah penasihat itu menyerukan kepada umat Islam agar tidak mendukung partai pemerintaha UMP.

Penasihat itu, Abdurahman Dahmane, seorang Muslim dan mantan pejabat UMP yang baru dilantik pada bulan Januari tersebut memprotes rencana acara perdebatan tentang Islam yang akan diselenggarakan di Perancis.

Ia mengatakan para Muslim anggota UMP dihimbau untuk tidak menjadi anggota partai tersebut kecuali acara debat tersebut dibatalkan.

Dahmane mengutuk pemimpin UMP Jean-Francois Cope sebagai “wabah bagi Muslim.”

Mr Dahmane akhirnya dipecat dari jabatannya tanpa diberikan keterangan detil, lapor AFP.

Partai UMP ( Persatuan Gerakan Populer ) berencana mengadakan debat publik pada tanggal 5 April dengan tema “Islam dan sekularisme.”

Perdebatan tersebut akan membahas mengenai bagaimana “praktek agama akan kompatibel dengan aturan republik sekuler,” dan “pertanyaan bagaimana Islam di Perancis.”

Berbicara pada hari Kamis, Mr Dahmane membandingkan situasi Muslim di Perancis dengan orang-orang Yahudi selama Perang Dunia II dan mengatakan bahwa perdebatan tersebut telah direncanakan oleh “segelintir neo-NAZI.”

Perancis memiliki minoritas Muslim terbesar dari semua negara Eropa dan kontroversi muncul atas upaya negara untuk memaksakan nilai-nlai sekuler di lembaga-lembaga publik, seperti sekolah atau kampus.

Pemaksaan nilai-nilai sekuler itu termasuk larangan menutup wajah dengan cadar di ruang publik yang akan mulai diberlakukan pada tanggal 11 April mendatang.

Red: Fani
Sumber: Voa-Islam