Lembaga Riset Ilmiah dan Fatwa Saudi Bantah Fatwa Tidak Wajib Shalat Berjama’ah di Masjid

ImageLembaga Riset Ilmiah dan Fatwa (Lajnah ad-Daimah lil Buhuts al-'Ilmiyah wal Ifta') Arab Saudi, Rabu (28/4), menguatkan fatwa akan wajibnya shalat berjamaah bagi kaum lelaki. Penguatan itu untuk membantah fatwa yang dikeluarkan oleh mantan Direktur Lembaga Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, Ahmad Ghomidi, tentang tidak wajibnya shalat berjama'ah bagi kaum lelaki   "Pada beberapa hari terakhir ini, muncul beberapa artikel dan buku yang meremehkan akan pentingnya shalat jama'ah di masjid. Beralasan dengan pendapat sebagian ulama yang mengatakan bahwa shalat jama'ah adalah sunnah, kemudian mereka menolak untuk menutup tokonya di waktu sholat guna melakukan shalat berjama'ah," jelas Lembaga Riset.
  "Tidak diragukan lagi bahwa yang diwajibkan adalah untuk mengikuti dalil dari Al-Qur'an dan As-Sunnah, yang menunjukkan akan wajibnya shalat berjama'ah di masjid. Hal itu menjadi hujjah bagi mereka yang menyelisihinya," tambah Lembaga Riset.

Lembaga riset menganggap bahwa shalat berjama'ah di masjid merupakan syi'ar Islam, dan tidak boleh setiap muslim meremehkannya. "Shalat berjama'ah di masjid adalah bagian dari ajaran dan syi'ar Islam, dan meremehkannya berarti menyelisihi Al-Qur'an dan As-Sunnah," tegas Lembaga Riset.

Penguatan fatwa akan wajibnya shalat berjama'ah di masjid ini di tanda tangani oleh Mufti Arab Saudi, Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh.

Syaikh Ahmad Ghomidi bukan yang pertama kalinya mengeluarkan fatwa kontroversial. Sebelumnya, ia pernah menfatwakan akan bolehnya ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan perempuan. Akibat fatwa kontroversial itu, ia pun kehilangan jabatannya sebagai Direktur Amar Ma'ruf Nahi Mungkar di Makkah. Karenanya ia resmi dipecat dari jabatannya pada Ahad (25/4). (aby/Fani)