“Perang” Soal Ikhtilat Sampai ke Mesir

Image"Peperangan" dan perdebatan soal ikhtilat (campur baur antara laki-laki dan perempuan) belum lama ramai di Arab Saudi. Sekarang, "peperangan" itu merambah sampai ke Mesir. Seorang mufti Mesir, DR. Ali Jumu'ah menyatakan akan bolehnya ikhtilat antara laki-laki dan perempuan di sekolah-sekolah, kampus-kampus, dan selainnya, hal itu tidak dilarang secara syar'i selama masih  dalam batas-batas adab dan pendidikan Islam. Pernyataannya ini serupa dengan apa yang dinyatakan oleh seorang ulama Saudi yang akhirnya menimbulkan kontroversi.   Dalam membolehkan ikhtilat itu, mufti Mesir mensyaratkan apabila seorang wanita tersebut mengenakan baju tertutup, longgar, tidak menggambarkan lekuk tubuhnya, tidak menyingkap bagian bawahnya, dan menjaga pandangannya.
  Mufti Mesir juga menambahkan, hal ini berlaku juga bagi kaum lelaki. Berdasarkan firman Allah Ta'ala, "Katakanlah kepada orang-orang beriman supaya mereka menundukkan pandangan mereka dan menjaga kemaluan mereka. Yang demikian itu lebih mensucikan bagi mereka dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui terhadap apa  yang mereka perbuat."

"Tapi, bila wanita dan lelaki tersebut tidak memperhatikan adab-adab dan ajaran Islam, maka ikhtilat keduanya dapat menimbulkan fitnah. Dan meninggalkan apa yang telah Allah perintah menyebabkan ikhtilat keduanya haram secara syar'i," tambah mufti Mesir.

Fatwa itu dikeluarkan terkait dengan pertanyaan seseorang sebagai berikut, "Saya menginginkan fatwa tentang hukum ikhtilat antara pemuda dan pemudi di tempat-tempat pendidikan demi untuk menjaga persahabatan di antara teman-temannya?" (aby/Fani)