Karena Berpoligami, Habbaj Ditangkap Polisi Prancis

ImageSeorang muslim yang tinggal di negeri-negeri Eropa memang rentan mendapatkan perlakuan diskriminasi. Ia tidak akan diberi kebebasan menjalankan syari'at ibadahnya, seperti untuk melakukan nikah poligami, memakai cadar, dan lain sebagainya. Peristiwa ini seperti yang dialami oleh Habbaj di Prancis.   Habbaj, seorang muslim asal Aljazair, diancam akan dicabut paspornya oleh pemerintah Prancis karena ia melakukan poligami yang dilarang oleh pemerintah.
  Habbaj, yang dikenal sebagai pengusaha daging, tinggal di Prancis setelah ia menikahi seorang gadis asal Prancis pada 1999 M.

Pernikahan poligaminya baru diketahui beberapa hari lalu, ketika ia dan istrinya mengendarai mobil. Di tengah perjalanan, keduanya ditangkap oleh polisi. Penangkapan berawal ketika  polisi melihat istrinya mengenakan cadar.

Kepada polisi, Habbaj mengaku memiliki empat orang istri dan ia selalu memberi uang saku untuk memenuhi kebutuhan istri-istrinya.

Sampai sekarang, keduanya masih ditahan. Belum jelas undang-undang apa yang mereka langgar. Tapi, Menteri Imigrasi Prancis, Eric Besson, mengancam akan menghukumnya karena telah melakukan pernikahan poligami, minimal paspornya akan dicabut. (aby/Fani)