Istilah qawwam berasal dari kata qama, yang berarti “menegakkan” atau “berdiri untuk menjaga sesuatu.” Dalam konteks keluarga, maknanya mencakup tiga hal utama:
- Menegakkan keadilan dan kasih sayang
Ayah harus menjadi penegak nilai Islam dalam keluarga — memimpin dengan adil, lembut, dan bijaksana. Rasulullah ﷺ bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik terhadap keluarganya, dan aku adalah yang paling baik di antara kalian terhadap keluargaku.” (HR. Tirmidzi, no. 3895) - Menanggung nafkah keluarga
Islam menetapkan kewajiban nafkah berada di tangan ayah. Rasulullah ﷺ bersabda: “Cukuplah seseorang dikatakan berdosa jika ia menelantarkan orang yang menjadi tanggungannya.” (HR. Abu Dawud, no. 1692) - Mendidik dan membimbing
Tugas ayah tidak berhenti pada materi, tetapi juga pendidikan moral dan akidah anak-anaknya.
Allah ﷻ berfirman: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” (QS. At-Tahrim: 6)
Teladan Kepemimpinan Rasulullah ﷺ
Rasulullah ﷺ memberikan teladan luar biasa sebagai kepala rumah tangga:
- Beliau membantu pekerjaan rumah (HR. Bukhari).
- Bersikap lembut kepada istri dan anak.
- Menjadi teladan spiritual bagi keluarganya, sebagaimana dicontohkan ketika beliau mengimami salat di rumah dan mendoakan keluarganya dengan penuh cinta.
Kepemimpinan beliau bukan dengan kekuasaan, tapi dengan cinta, keteladanan, dan kelembutan.
Peran Ayah di Era Modern
Dalam kehidupan modern, banyak ayah yang terjebak dalam kesibukan duniawi hingga lupa hadir bagi keluarganya. Islam mengingatkan agar ayah hadir tidak hanya secara fisik, tetapi juga emosional dan spiritual.
Tiga kehadiran penting seorang ayah:
- Kehadiran Waktu — Luangkan waktu untuk mendengar dan mendampingi anak.
- Kehadiran Perhatian — Tunjukkan kasih sayang dengan kalimat lembut dan nasihat yang bijak.
- Kehadiran Doa — Jadikan doa sebagai kekuatan utama dalam membimbing keluarga.
Ayah yang baik bukan hanya meninggalkan warisan harta, tapi juga warisan iman, ilmu, dan akhlak.
Penutup
Kepemimpinan ayah dalam Islam adalah amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Seorang ayah sejati menuntun keluarganya menuju ridha Allah dengan kasih sayang dan keteladanan, bukan dengan kekerasan atau ego.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sumber:
Al-Ghazali, Ihya’ Ulumuddin, Bab “Adab al-Zaujain”
Ibn Katsir, Tafsir al-Qur’an al-‘Azhim, Tafsir QS. An-Nisa’ [4]: 34
Umar Sulaiman al-Ashqar, Keluarga Bahagia Menurut Islam, Darus Sunnah, 2010