Larangan Membenci Ali bin Abi Thalib

Dari Ali bin Abi Thalib r.a, ia berkata, “Demi Allah yang membelah biji dan menciptakan jiwa, sungguh ini adalah pesan Nabi yang ummi kepadaku, “Tidaklah mencintaiku melainkan orang mukmin dan tidaklah membencinya melainkan seorang munafik,” (HR Muslim [78]).

Kandungan Bab: 

  1. Siapa saja yang mengenal kedekatan Ali dengan Rasulullah saw. dan kecintaannya kepada Rasulullah saw. dan cinta Rasulullah kepadanya, jasa beliau dalam membela Islam dan keseniorannya dalam keimanan kemudian ia mencintai Ali karenanya. Barangsiapa yang justru sebaliknya, maka itu merupakan tanda kemunafikannya karena ia membenci Ali karena agama dan tidaklah ada yang membenci agama melainkan seorang munafik. 
  2. Kaum nashibah yang membenci Ali dan ahli bait Rasulullah saw. termasuk kaum munafik, wal ‘iyadz billah, sama halnya seperti kaum rafidhah yang melaknat sahabat-sahabat Rasulullah saw. dan mengkafirkan mereka sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 2/587-588.