Hukum Perkatan “Takdir Telah Ikut Campur”

Apa hukumnya perkataan, “takdir telah ikut campur” dan “pertolongan Allah telah ikut campur”

Jawaban:

Perkataan “takdir telah ikut campur” tidak boleh diucapkan karena kalimat itu memberikan pengertian seakan-akan takdir memusuhi dengan ikut campur dalam urusan itu dan baru terlibat; padahal takdir adalah asal sesuatu, mungkinkah asal sesuatu dikatakan ikut campur? Yang paling benar sebaiknya dikatakan, “Tetapi qadha’ dan qadar telah ditetapkan atau takdir berkuasa dan sebagainya. Begitu juga dengan perkataan; “pertolongan Allah telah ikut campur”, sebaiknya diganti dengan kalimat; “pertolongan Allah terjadi”, atau “pertolongan Allah terlaksana.”

Sumber: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Fatawa arkaanil Islam atau Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, terj. Munirul Abidin, M.Ag. (Darul Falah 1426 H.), hlm. 207.