Larangan Menganggap Lambat Turunnya Rizki

Allah SWT berfirman, “Dan di langit terdapat (sebab-sebab) rizkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu. Maka demi Rabb langit dan bumi, sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar (akan terjadi) seperti perkataan yang kamu ucapkan,” (Adz-Dzaariyaat: 22-23).

 

Dari Jabir r.a. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Janganlah menganggap rizki kalian lambat turun. Sesungguhnya tidak ada seorang pun meninggalkan dunia ini melainkan setelah sempurna rizkinya. Carilah rizki dengan cara yang baik, ambillah perkara yang halal dan tinggalkanlah perkara yang haram,” (Shahih, HR Ibnu Hibban [3239 dan 3241], al-Hakim [II/4], al-Baihaqi [V/264 dan 265], Abu Nu’aim dalam al-Hilyah [III/156-157].

Kandungan Bab:

  1. Larangan menganggap rizki lambat turun, barangsiapa beranggapan seperti itu ia pasti berusaha mendapatkan harta dari mana saja dan tidak lagi memperhatikan halal haram.
  2. Tidak akan mati satu jiwa melainkan setelah sempurna rizki dan ajalnya.
  3. Seorang hamba harus menjalani sebab, janganlah ia meminta karunia yang ada di sisi Allah kecuali dengan cara yang disyari’atkan-Nya dan mentaati-Nya.

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Salim bin ‘Ied al-Hilali, Al-Manaahisy Syar’iyyah fii Shahiihis Sunnah an-Nabawiyyah, atau Ensiklopedi Larangan menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah, terj. Abu Ihsan al-Atsari (Pustaka Imam Syafi’i, 2006), hlm. 1/601-602.