Muslim Myanmar Kembali Harus Kehilangan Rumah Mereka

SAGAING, muslimdaily.net, – Sekali Lagi, Muslim Myanmar dipaksa untuk tinggal di luar rumah setelah massa menyerang dan membakar rumah-rumah dan toko-toko mereka.

“Ini akan menjadi sangat sulit untuk membangun kembali rumah kami lagi,” ujar U Aung San, 40 tahun Muslim, yang terlantar akibat kerusuhan, kepada Agence France Presse (AFP) pada hari Minggu, tanggal 1 September, demikian lansir onislam.net.

“Beberapa orang yang berlindung di sekitar rumah atau dengan keluarga.”

Seperti ratusan orang yang lain, Aung San menjadi tunawisma setelah sekitar 1000 perusuh anti-Muslim mengamuk desa di Sagaing, wilayah Kanbalu. Serangan, yang terjadi 24 Agustus lalu ini, mengakibatkan pembakaran sejumlah toko-toko dan rumah-rumah Muslim. Serangan yang dilakukan massa dari kalangan Buddha membakar sekitar 38 rumah, sembilan toko dan penggilingan padi, semua diyakini milik umat Islam.

U Myint Naing, seorang anggota parlemen lokal dari Liga Nasional untuk Demokrasi memperingatkan meningkatnya skala serangan anti-Muslim. Dia menambahkan bahwa sekitar 220 orang yang telah kehilangan rumah mereka dan berlindung di sekolah.

“Mereka telah hidup damai selama bertahun-tahun dan ini adalah pertama kalinya mereka melihat kekerasan,” menambahkan bahwa situasi sekarang telah kembali tenang.

Legislator dari ASEAN telah memperingatkan dalam sebuah pernyataan baru-baru ini bahwa Myanmar “di tebing konflik besar antar komunal” dan pemerintah Myanmar tidak berbuat cukup untuk menghentikan kebencian.

“Ketegangan yang mendalam jelas bagi semua untuk melihat dan kami merasa bahwa pemerintah tidak bereaksi cukup untuk apa yang berkembang menjadi situasi berbahaya di Myanmar,” kata anggota DPR Indonesia Eva Kusuma Sundari dari Parlemen ASEAN untuk Hak Asasi Manusia.