SOHR: Lebih 110.000 Orang Telah Tewas Akibat Konflik di Suriah

LONDON, INGGRIS (voa-islam.com) – Lebih dari 110.000 orang tewas dalam dua setengah tahun konflik Suriah, dan lebih dari setengah dari mereka yang tewas adalah warga sipil, Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia mengatakan pada hari Ahad (1/9/2013).

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (SOHR), sebuah kelompok hak asasi yang berbasis di Inggris yang menentang Presiden Suriah Bashar Al-Assad, mengatakan sedikitnya 5.833 anak termasuk di antara orang yang tewas.

“Lebih dari 110.371 orang telah tewas sejak syuhada pertama dari revolusi meninggal pada tanggal 18 Maret 2011 di provinsi Deraa, sampai dengan 31 Agustus 2013, ” kata SOHRdalam sebuah pernyataan . Dikatakan 56.138 dari mereka yang tewas adalah warga sipil .

“Dengan jumlah besar dan menakutkan semacam itu dari para korban yang telah tewas karena kebisuan masyarakat internasional, Observatorium memperbaharui seruannya kepada Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, serta semua orang yang memiliki hati nurani, bekerja dengan serius untuk mengakhiri pembunuhan di Suriah,” tambahnya.

Observatorium tersebut mengatakan angka itu termasuk korban serangan gas di pinggiran kota Damaskus. Tapi kelompok itu hanya menghitung sekitar 500 kematian dalam insiden tersebut.

Observatorium, yang menggunakan jaringan aktivis di Suriah, mengatakan kelompok itu mendokumentasikan kematian dengan mendapatkan film dan foto-foto mayat dan dengan mengkonfirmasi identitas melalui wawancara dengan para keluarga, petugas medis dan aktivis.

Kelompok pemantau itu mengatakan bahwa 171 korban tewas berasal dari militan Syi’ah bersenjata Libanon, Hizbullah, yang telah mengirim petempurnya untuk membantu Assad. Observatorium itu mengatakan mereka mendokumentasikan kematian para petempur Hizbullah yang hanya bisa kelompok itu konfirmasi dengan berbicara ke rumah sakit atau mendapatkan konfirmasikan bahwa pemakaman bagi anggota Syi’ah Hizbullah telah terjadi, melalui keluarga mereka.

Hizbullah , yang telah mengakui keterlibatannya dalam konflik , belum mengungkapkan berapa banyak petempurnya yang telah tewas.

Di sisi oposisi, Observatorium mengatakan sekitar 3.730 dari yang gugur diyakini merupakan pejuang asing.

Observatory mengatakan korban sebenarnya dari para pejuang yang tewas di kedua belah pihak mungkin jauh lebih tinggi daripada angka-angka ini, karena keengganan faksi-faksi yang bertikai’ untuk mengungkapkan kematian di antara para pejuang mereka.