Polisi Mesir Tangkap Pemimpin Ikhwanul Muslimin Mohamed Al-Beltagi

KAIRO, MESIR (voa-islam.com) – Polisi Mesir menangkap pemimpin senior Ikhwanul Muslimin Mohamed Al-Beltagi pada Kamis (29/8/2013), kata sumber keamanan.

Beltagi, sekretaris jenderal Partai Kebebasan dan Keadilan Ikhwanul Muslimin, sebelumnya telah mendesak warga Mesir untuk bergabung dengan aksi unjuk rasa menetang militer pada Jumat, dalam sebuah pernyataan rekaman yang ditayangkan oleh jaringan televisi berita milik Qatar, Al Jazeera, Rabu kemarin.

Sejak mendepak Presiden Muhamad Mursi dan pemerintahan Ikhwanul Muslimin pada 3 Juli lalu, pemerintah yang didukung militer telah menewaskan ribuan demonstran pro-Mursi dan menangkap sebagian besar para pemimpin Ikhwanul Muslimin dalam apa yang mereka klaim sebagai perang melawan terorisme.

Pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin, Mohamed Badie, dan para deputinya, Khairat al-Shater dan Rashad Bayoumy telah diadili atas tuduhan termasuk hasutan untuk melakukan kekerasan sehubungan dengan protes pada 8 Juli, dalam penuntutan yang mereka abaikan sebagai bermotif politik.

Pihak berwenang juga telah memerintahkan penangkapan Beltagi pada 10 Juli atas tuduhan yang sama.

Sumber-sumber keamanan mengatakan 53 pengunjuk rasa tewas dalam bentrokan menjelang fajar bersama dengan empat anggota pasukan keamanan. Militer mengklaim “teroris” memprovokasi penembakan dengan menyerang pasukannya.

Beltagi merupakan pembicara terkemuka dalam protes kubu pro-Mursi di masjid Rabaa al-Adawiya yang dihancurkan oleh pasukan keamanan pada tanggal 14 Agustus lalu.

Putrinya yang berusia 17 tahun, Asmaa Al-Baltagi adalah salah satu dari ribuan demonstran yang tewas dalam peristiwa pembantaian oleh aparat keamanan Mesir di dua kamp protes pro-Mursi di Kairo dan Giza tersebut.