Takut Serangan Barat, Rezim Assad Evakuasai Tentara dari Markas-markas Militer

AMMAN, YORDANIA (voa-islam.com) – Meski belum pasti, ancaman serangan Barat terhadap Suriah ternyata membuat ketar-ketir militer Bashar Al-Assad. Sebelum 48 jam tengat waktu yang diperkirakan akan berakhir, mereka telah mengevakuasi hampir seluruh personil militernya dari markas-markas komando dan juga barak-barak tentara yang biasa mereka tempati.

Pasukan Presiden Bashar Al-Assad tampaknya telah mengevakuasi sebagian besar personil dari markas tentara dan komando keamanan di pusat Damaskus dalam persiapan untuk serangan militer Barat, penduduk dan sumber-sumber oposisi mengatakan pada hari Rabu (28/8/2013).

Unit tentara yang ditempatkan di dekat ibukota telah mengambil beberapa truk trailer rupanya untuk mengangkut persenjataan berat ke lokasi alternatif, meskipun tidak ada gerakan yang signifikan dari perangkat keras militer yang telah dilaporkan, mungkin karena pertempuran sengit dekat jalan raya utama, salah satu sumber menambahkan.

Di antara bangunan yang sebagian telah dievakuasi adalah Gedung Komando Staf Umum di Umayyah Square, komando angkatan udara di dekatnya dan komplek keamanan di Barat distrik Kfar Souseh, sumber dari penduduk lokal dan Tentara pembebasan Suriah mengatakan.

Penguasa militer Suriah tidak membahas pergerakan pasukan secara publik, dan tidak ada juru bicara pemerintah yang bersedia untuk komentar.

Bangunan Staf Umum, salah satu dari markas tinggi militer di negeri itu, telah beroperasi dengan mengurangi stafnya karena diserang oleh bom pejuang oposisi pada September 2012.

Tapi dengan akan adanya serangan AS para saksi mengatakan bahwa hampir tidak ada staff yang bekerja pada saat itu atau bangunan lainnya pada hari Rabu.

Mereka mengatakan truk telah terlihat dalam 48 jam terakhir di pintu masuk dari beberapa bangunan, tampaknya mengangkut dokumen dan senjata ringan .
“Anda bisa menjatuhkan sebuah jarum di Kfar Souseh dan mendengarnya,” kata seorang warga yang tinggal di dekat cabang Intelijen Militer di Kfar Souseh, menggambarkan sepinya suasana disitu.

Brigadir Jenderal Mustafa al – Sheikh, seorang pembelot militer senior, mengatakan dari sebuah lokasi yang dirahasiakan di Suriah bahwa berdasarkan pertemuan intelijen Tentara Pembebasan Suriah, komando staf umum Suriah telah dipindahkan ke suatu komplek alternatif di kaki bukit Pegunungan Anti – Libanon di utara dari Damaskus.

“Berbagai satuan sedang dipindahkan ke sekolah dan bunker bawah tanah. Tapi saya tidak yakin itu akan berbuat banyak untuk rezim, ” kata Sheikh.

Penduduk lain yang tinggal di kaki Qasioun, gunung di tengah-tengah kota di mana unit pasukan elit Pengawal Republik bermarkas mengatakan, ledakan artileri, yang biasanya terdengar setiap hari dari batalion 105 Pengawal Republik, tidak terdengar lagi pada Rabu.

“Telah banyak truk tentara turun dari Qasioun. Tampaknya mereka telah mengevakuasi markas batalyon 105,” kata warga.

Para aktivis di Damaskus timur mengatakan barak-barak dan perumahan komplek untuk Pengawal Republik dan Divisi Keempat dekat pinggiran Somariya dan Mouadamiya telah dievakuasi dan pasukan dan keluarga mereka telah pergi ke kota.

Abu Ayham, seorang komandan di brigade pejuang oposisi Ansar al-Islam di Damaskus mengatakan staf umum tentara dan Intelijen Angkatan Udara Suriah telah dievakuasi, termasuk beberapa gedung campuran yang digunakan untuk barak atau perumahan untuk Pengawal Republik dan Divisi Keempat di pinggiran timur kota.

“Untuk semua maksud dan tujuan, komplek-komplek komando tentara dan kontrol telah dievakuasi. Sebelum ancaman (serangan Barat) mereka telah mengambil tindakan pencegahan dengan bekerja lebih dari tingkat terendah. Dalam 48 jam terakhir mereka telah dikosongkan, ” katanya. (st/tds)