Alfian Tanjung: Jangan Kalah Gertak dengan Teror Syiah dan LDII

JAKARTA (voa-islam.com) – Sudah dua kali kegiatan umat Islam yang menggelar kajian tauhid dan tabligh akbar mendapat ancaman dan teror dari pihak-pihak tertentu. Di Tangerang, disinyalir, ada kelompok Syiah yang tidak suka dengan kegiatan “Banten Peduli Suriah”. Di Bogor, jamaah LDII dengan anarkis menyerbu masjid untuk membubarkan acara yang diadakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Menanggapi intimidasi dan tindakan anarkis membubarkan paksa yang dilakukan oleh Syiah dan LDII tersebut, Ustadz Alfian Tanjung (dari Taruna Muslim) mengatakan, “Setahu saya, di Tangerang, ada yang memprovokasi. Namanya Umar Matta Lc, dia mencatut nama FPI, lalu menakut-nakuti panitia agar membatalkan acara. Saya melihat, Panitia tidak siap untuk memanage acara. Yang terjadi sebenarnya, bukan dibubarkan, tapi membubarkan diri, karena ancaman itu.”

Seharusnya, kata Alfian, panitia jangan kalah gertak dengan ancaman dan teror dengan pihak manapun. “Itu psywar mereka, acara harus tetap dilaksanakan. Perlu dicek dulu siapa yang mengancam, siapa yang mencatut nama FPI. Sayangnya saya tidak dikasih tahu. Saya tahunya pas acara sudah bubar dan dibatalkan.

Hal senada juga dikatakan Adian Husaini dari MIUMI. Adian sangat menyesalkan dengan pihak-pihak tertentu yang melakukan intimidasi dan bertindak anarkis dengan kegiatan yang sifatnya ilmiah. Mereka tidak mau berdialog secara terbuka.

“Ke depan, sebaiknya pihak panitia menyiapkan pengamanan jika diperlukan. Kan ada laskar dari ormas Islam, seperti FPI dan Garis. Bisa saja nanti dilakukan koordinasi dan bersinergis untuk lancarnya sebuah acara yang diselenggarakan, sehingga tidak ada yang berani mengancam dan melakukan teror,” kata Adian