Syaikh Yusuf Qardhawi Serukan Fatwa Jihad Melawan Rezim Assad & Hizbullah

QATAR, muslimdaily.net – Ulama berpengaruh Syaikh Yusuf Qardhawi menyerukan jihad di Suriah, Sabtu (1/6). Fatwa jihad itu ia sampaikan sekaligus sebagai bentuk kecaman terhadap kelompok milisi Hizbullah yang menyerukan perlawanan kepada para mujahidin Suriah kepada anggotanya di Suriah.

Seperti yang dikutip BBC dan Al Jazeera, Sabtu (1/06/2013). Beliau meminta agar kaum muslimin memberangkatkan diri berjihad di Suriah untuk memperkuat barisan mujahidin Suriah yang bertempur melawan rezim Bashar al-Assad.

“Setiap Muslim dilatih untuk melawan dan (harus) mampu melakukan hal itu yang membuat dirinya bersedia untuk mendukung para mujahidin Suriah, kata Al Qardhawi di Doha Jumat malam (31/5).

“Iran mengirimkan senjata dan pasukan untuk mendukung rezim Suriah, lalu mengapa kita hanya berdiri termangu?” katanya.

Syaikh Qardhawi juga menyebut kelompok milisi Syiah Hizbullah (yang berarti partai Allah dalam bahasa Arab) dengan sebutan “partai setan” (Hizbus Syaithon_red). Hizbullah, sekutu dekat Iran dan rezim Suriah, secara terbuka terlibat dalam perang melawan pejuang mujahidin di Suriah.

“Pemimpin Partai Setan (Hizbullah_red) itu datang untuk melawan kaum Sunni. Sekarang kita tahu apa yang Iran inginkan. Mereka ingin melanjutkan pembantaian terhadap umat Islam Sunni,” kata Syaikh Qardhawi.

“Bagaimana mungkin 100 juta Syiah (di seluruh dunia) mengalahkan 1,7 miliar (Sunni)?” serunya, “hanya karena (Sunni) Muslim lemah”.

Syaikh Yusuf Qardhawi juga menyalahkan dirinya sendiri karena sebelumnya pernah mendukung Hizbullah dan pemimpinnya Hassan Nasrallah yang meraih popularitas dalam perang melawan Zionis Israel pada tahun 2006.

“Saya membela Nasrallah dan partainya, partai thaghut di depan para ulama di Arab Saudi,” yang sangat mewaspadai negara tetangganya yang beraliran Syiah, Iran dan sekutunya.

“Tampaknya para ulama Arab Saudi yang lebih dewasa daripada saya,” kata Qaradhawi penuh penyesalan.

Meski menyerukan jihad melawan Hizbullah dan rezim Assad, Al Qardhawi bersikeras bahwa seruannya itu tidak untuk semua pengikut Syiah.

Saat pernyataan ini dikeluarkan tengah terjadi pertempuran dahsyat antara Mujahidin yang mempertahankan kota Qushayr dari serangan Tentara Bashar Assad yang didukung Milisi Syiah Hizbullah.