Asbabun Nuzul Surah al-Qashash

Ayat 51, yaitu firman Allah ta’ala,

“Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Qur’an) kepada mereka agar mereka mendapat pelajaran.(al-Qashash: 51)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir ath-Thabrani meriwayatkan dari Rifa’ah al-Qurazhi bahwa ayat, “”Dan sesungguhnya telah Kami turunkan berturut-turut perkataan ini (Al Qur’an)” turun tentang sebpuluh orang, ia adalah salah satunya. (429)

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Ali bin Rifa’ah (yakni ayahnya), pergi menemui Nabi saw. dan beriman, lalu mereka sakiti. Maka turunlah ayat 52,’ “Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Al-Kitab…” (430)

Ia meriwayatkan dari Qatadah, dia berkata, “Kami diberi tahu bahwa ayat ini turun tentang beberapa orang Ahli Kitab yang dahulu berada di atas kebenaran, lalu beriman ketika Allah mengutus Muhammad. Di antara mereka adalah Salman dan Abdullah bin Salam.” (431)

Ayat 52, yaitu firman Allah ta’ala,

“Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al Qur’an itu.(al-Qashash: 52)

Sebab Turunnya Ayat

Akan disebutkan sebab turunnya dalam surah al-Hadiid. (432)

Ayat 56, yaitu firman Allah ta’ala,

“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.(al-Qashash: 56)

Sebab Turunnya Ayat

Muslim dan lain-lain meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda kepada pamannya, “Ucapkan laa ilaaha illallah agar aku dapat bersaksi untukmu di akhirat!” Sang paman menjawab, “Seandainya wanita-wanita Quraisy tidak akan mengejekku dengan mengatakan, ‘Dia melakukannya karena ketakutan,’ niscaya sudah kuturuti keinginanmu sehingga kamu senang!” Maka Allah menurunkan ayat, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi,…” (433)

Ayat 57, yaitu firman Allah ta’ala,

“Dan mereka berkata: “Jika kami mengikuti petunjuk bersama kamu, niscaya kami akan diusir dari negeri kami”. Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami?. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (al-Qashash: 57)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur al-‘Aufi dari Ibnu Abbas bahwa sejumlah orang Quraisy berkata kepada Nabi saw., “Kalau kami mengikutimu, pasti orang-orang mengusir kami.!” Maka turunlah ayat ini.

An-Nasa’i meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa al-Harits bin ‘Amir bin Naufal adalah orang yang mengatakan demikian. (435)

Ayat 61, yaitu firman Allah ta’ala,

“Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga) lalu ia memperolehnya, sama dengan orang yang Kami berikan kepadanya keni’matan hidup duniawi . kemudian dia pada hari kiamat termasuk orang-orang yang diseret (ke dalam neraka)?” (al-Qashash: 61)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Mujahid tentang firman-Nya, ‘”Maka apakah orang yang Kami janjikan kepadanya suatu janji yang baik (surga),” “ia berkata, “Ayat ini turun tentang Nabi saw. dan Abu Jahal bin Hisyam.”

Ia meriwayatkan dari jalur lain darinya bahwa ia turun tentang Hamzah dan Abu Jahal. (436)

Ayat 85, yaitu firman Allah ta’ala,

“Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali . Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.” (al-Qashash: 85)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim meriwyatkan dari adh-Dhahhak bahwa ketika Nabi saw. keluar dari Mekah dan tiba di al-Juhfah, beliau merasa rindu kepada Mekah. Maka Allah menurunkan ayat, “”Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Qur’an,..” (437)

428. Kata al-Qurthubi (7/5133), “Ia surah Makkiyyah seluruhnya menurut al-Hasan, Ikrimah, dan Atha. Tapi menurut Ibnu Abbas dan Qatadah, kecuali satu ayat yang turun antara Mekah dan Madinah. Kata Ibnu Sallam, Turun di al-Juhfah pada waktu hijrahnya Rasulullah ke Madinah, yaitu firman Allah, (ayat 85). Kata Muqatil, ‘Dalam surah ini ada ayat surah Madaniyyah, yaitu (ayat 52 sampai firman-Nya ayat 55). Ia terdiri dari 88 ayat.”

429. Shahih. Al-Haitsami (7/88) dalam Majma’uz Zawaa’id. Katanya, “Muttashil, dan para perawinya tsiqah.” Lihat Ibnu Jarir (20/88).

430. Telah ditakhrij dalam surah al-Maa’idah ayat 82. Al-Qurthubi (7/5183) menambahkan, “Di antara mereka terdapat Buhaira ar-Rahib, Tamim ad-Dari, Abrahah, al-Asyraf, Amir, Aiman, Idris, dan Nafi’.”

431. Kata al-Qurthubi (7/5183), “Termasuk di dalamnya para ulama Nasrani yang masuk Islam.” Ibnu Katsir (4/121) menyebutkan, “Rifa’ah ini adalah Rifa’ah bin Qurazhah al-Qurazhi. Ada yang mengatakan ia Rifa’ah bin Samuel, paman Shafiyyah binti Huyai, dan dialah yang menceraikan Tamimah binti Wahb yang kemudian dinikahi oleh Abdurrahman ibnuz-Zubair bin Batha. Demikianlah disebutkan oleh Ibnul Atsir.”

432. Lihat ayat 28 surah al-Hadiid.

433. Shahih. Muslim (25) dalam al-Iimaan.

434. Lihat khabar ini yang diriwayatkan secara shahih dalam ad-Durrul Mantsuur (5/145), tapi di dalamnya tidak disebutkan Abu Jahal. Ibnu Katsir juga tidak menyebut Abu Jahal, begitu pula al-Qurthubi. Tambahan ini adalah kekeliruan pengarang –semoga Allah merahmatinya.

435. Kata al-Qurthubi (7/5186), “Ia adalah al-Harits bin Utsman bin Naufal bin Abdu Manaf al-Quraisy.” Kata Ibnu Katsir (4/124), “Al-Harits bin Amir bin Naufal.”

436. Lihat Ibnu Jarir (20/97) dan Ibnu Katsir (4/125). Al-Qurthubi menambahkan (5/5189-5190), “Ada yang berpendapat, ayat ini turun tentang Hamzah dan Ali. Ada pula yang berpendapat, tentang Abu Jahal dan Imarah ibnul-Walid. Ada pula yang berpendapat, tentang Ammar dan al-Walid ibul-Mughirah.”

437. Disebutkan oleh al-Qurthubi (7/5209), “Diriwayatkan dari Mujahid bahwa artinya, ‘Dia (Allah) mengembalikan beliau ke surga.” Ini adalah pendapat Ibnu Abbas; sebab beliau memasuki surga pada malam Isra’. “Kata Ibnu Katsir (4/134), “(Mengembalikan beliau) ke Baitul Maqdis, sebab ia adalah tempat Mahsyar. Ada yang beperndapat, Hari Kiamat.”

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 422 – 426.