Praktisi Ruqyah Laporkan Kesesatan Aliran Reiki ke MUI

JAKARTA (SALAM-ONLINE): Untuk menjaga umat Islam dari segala macam bahaya yang merusak akidah, bahkan bisa mengeluarkannya dari Islam, beberapa praktisi Ruqyah Syariyyah mendatangi Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta, Senin (28/1/2013) lalu.

Para praktisi Ruqyah Syariyyah itu melaporkan sebuah aliran tenaga dalam bernama Reiki yang diduga sesat dan menyesatkan, sehingga sangat berbahaya bagi akidah umat Islam.

Keresahan timbul setelah banyak peserta tenaga dalam Reiki yang muntah-muntah, berteriak-teriak ketika diruqyah. Ada yang sampai tak sadarkan diri berusaha melawan dengan mengeluarkan jurus-jurus tenaga dalamnya.

Ya, Kesurupan! Andai tidak ada jin kafir di dalam tubuhnya mereka tidak akan bereaksi seperti itu. Dalam ajaran Reiki, dan olah spiritual sejenisnya, banyak dijumpai hal-hal yang tidak sesuai dengan akidah Islam, di antaranya: 1. Bersatu dengan Tuhan, 2. Reinkarnasi, 3. Anatomi tubuh spiritual seperti chakra, kundalini, yang tidak ada tuntunannya dari Rasulullah, 4. Bantuan dari Makhluk Halus dalam proses pembangkitan dan pengolahan energi, 5. Banyak aktivis Reiki adalah non-Muslim dan bahkan ada yang aktif di freemasonry–salah satu organisasi rahasia Zionis Yahudi.

Salah seorang yang turut melapor adalah Perdana Akhmad (33 Tahun). Perdana adalah praktisi dan pengajar Ruqyah Syariyyah.

“Saya sejak 1999 aktif di Reiki dari beberapa pelatihan di Reiki seperti: Reiki Tummo level 1 dan level 2, serta neo zen reiki, aktif di milis Reiki, dan ketika itu adalah Grand Master Reiki yang sudah bangkit kekuatan Kundalininya dan bisa melakukan attunement untuk peserta baru,” cerita Perdana dalam rilis yang diterima salam-online.

Perdana mulai sadar dan taubat, keluar dari dunia Reiki dan aliran tenaga dalamnya. Sejak itu ia aktif menulis tentang bahaya kesesatan Reiki, aktif di dunia Ruqyah Syariyyah dan mengadakan pelatihan Ruqyah Syariyyah.

Rombongan diterima oleh KH Syamsul Maarif dan KH Ibrahim dari MUI DKI. Dalam pertemuan, dibahas asal usul Reiki.

“Reiki adalah sebuah aliran olah energi, ditemukan oleh orang jepang, Dr. Mikao Usui. Ketika Dr. Mikao Usui bermeditasi selama 21 hari di gunung Kurama ia tiba-tiba melihat banyak suatu bentuk cahaya yang mengitari dan masuk ke dalam tubuhnya, namun ia tidak mengetahui cahaya apa itu. Ketika ia sakit perut karena telah berpuasa selama 21 hari ia memegang tangannya, tiba-tiba tangannya panas dan merasakan ada yang mengalir. Sakit perutnya mereda. Juga pada saat ia berjalan dan kesandung batu hingga kakinya berdarah, maka ketika ia memegang kakinya, penyembuhan terjadi,” Perdana menceritakan perihal keyakinan ajaran Reiki.

Saat ini banyak sekali aliran-aliran Reiki dan olah spiritual dan olah energi sejenisnya. Dalam satu aliran Reiki saja, ada yang mengklaim punya peserta puluhan ribu. Dan banyak dari peserta itu adalah Umat Islam. Padahal bila ditinjau dari sisi akidah, banyak prinsip ilmu Reiki yang bertentangan dengan Islam.

“Misalnya sebelum transfer energi, para praktisi menggambar sebuah simbol dan mengucapkan mantra, yang ternyata merujuk ke seorang dewa dalam keyakinan agama/sebuah aliran kepercayaan di Tibet,” ungkap Perdana.

“Saat ini banyak orang stres… dan mereka mencari ketenangan, kadangkala ketemu hal yang seperti ini dan akhirnya merasa telah menemukan ketenangan. Lama-lama mereka meyakini ini sebagai sebuah kebenaran,” respon KH Syamsul Maarif.

Nuruddin (21 Tahun), praktisi Ruqyah Syariyyah dan penulis buku tentang Tauhid menambahkan bahwa kunjungan ke MUI DKI ini berawal dari diskusi ketat di jejaring media sosial.

“Sebenarnya kedatangan kami karena sebelumnya ada diskusi di facebook tentang campur tangan jin dalam ilmu Reiki ini, yang akhirnya berujung debat,” tutur Nuruddin.

Tim Ruqyah Syariyyah melaporkan bahwa setelah diruqyah, banyak praktisi Reiki yang muntah-muntah dan mengamuk, bahkan kesurupan, mengindikasikan adanya Jin di tubuh mereka. Belum lagi kalau kita mencermati asal usul ilmu ini yang bukan dari Islam.

“Bukan hanya Reiki, tapi juga ada beberapa olah spiritual lainnya seperti Prana, aliran tenaga dalam yang sejenis, bereaksi ketika diruqyah,” ujar Adam Amrullah (35 Tahun), seorang praktisi ruqyah, menambahkan.

Pihak Reiki, katanya, juga sudah menantang untuk membuktikan bahwa Reiki benar menggunakan Jin dalam keilmuannya.

Menurut Perdana, karena hal ini bisa merusak akidah umat Islam, akhirnya daripada debat kusir di facebook, Tim Ruqyah Syariyyah datang untuk minta pandangan dan fatwa MUI. Tim Ruqyah datang dengan membawa bukti-bukti seperti buku-buku Reiki, artikel lokakarya, dan video testimoni para mantan praktisi Reiki.

Sayangnya, tidak ada satu pun perwakilan dari kubu Reiki, karena beberapa waktu sebelumnya secara sepihak membatalkan kesepakatan untuk menemui MUI hari itu..

Tenaga dalam/transfer energi yang menyesatkan

KH Ibrahim dari MUI mengatakan, “Sebenarnya sudah jelas, dari istilah-istilahnya aja bukan dari ajaran islam.”

KH Syamsul Maarif menyarankan untuk menulis surat pengaduan ke MUI Pusat, lantaran Reiki ini sudah menyebar ke banyak daerah. “Akan lebih tepat bila diadukan ke MUI Pusat karena isu ini sudah menjadi isu Nasional,” ujar Sekertaris MUI DKI ini.

Pada kesempatan itu juga, Perdana Akhmad menyerahkan bukti-bukti buku Reiki sebagai bahan acuan dalam penetapan fatwa nantinya.

Tim Ruqyah Syariyyah akan segera melayangkan surat pengaduan ke MUI Pusat dengan memberikan bukti pendukung. Dan selanjutnya meminta Fatwa resmi. (adam amrullah)