Surah Ali Imran Ayat 169, 172 dan 181

Ayat 169, yaitu firman Allah ta’ala,

“Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup disisi Tuhannya dengan mendapat rezki.” (Ali Imran: 169)

Sebab Turunnya Ayat

Ahmad, Abu Dawud, dan al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Rasulullah bersabda,

‘Ketika saudara-saudara kalian terbunuh pada Perang Uhud, Allah jadikan ruh-ruh mereka di dalam tubuh burung-burung hijau yang minum dari sungai-sungai surga dan makan dari buahnya. Lalu burung-burung itu terbang ke peraduan di dalam lampu yang terbuat dari emas di bawah naungan Arasy. Ketika mereka mendapati makanan dan minuman mereka yang nikmat serta tempat istirahat yang bagus, mereka berkata, ‘Seandainya saudara-saudara kami tahu apa yang diberikan Allah kepada kami sehingga mereka tidak enggan untuk berjihad dan tidak mundur dari peperangan.’ Maka Allah berfirman kepada mereka, ‘Aku menyampaikan hal itu kepada saudara-saudara kalian.’

Lalu Allah menurunkan firman-Nya, ‘Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati….’ Dan ayat setelahnya.” At-Tirmidzi juga meriwayatkan dari Jabir riwayat yang semisal di atas. (62)

Ayat 172, yaitu firman Allah ta’ala,

“(Yaitu) orang-orang yang menta’ati perintah Allah dan Rasul-Nya sesudah mereka mendapat luka (dalam peperangan Uhud). Bagi orang-orang yang berbuat kebaikan diantara mereka dan yang bertakwa ada pahala yang besar.” (Ali Imran: 172)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir meriwayatkan dari jalur al-Aufi dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Sesungguhnya Allah telah membuat hati Abu Sufyan merasa takut pada Perang Uhud setelah apa yang dia lakukan. Lalu dia kembali ke Mekah. Rasulullah bersabda, “‘Sesungguhnya Abu Sufyan telah menang sedikit atas kalian. Dia telah kembali dan Allah telah membuatnya ketakutan.'”

Perang Uhud terjadi pada bulan Syawal, dan para pedagang datang ke Madinah pada bulan Dzul Qa’idah. Lalu mereka singgah di Badar Shughra. Mereka datang setelah Perang Uhud terjadi. Ketika itu orang-orang mukmin banyak yang masih terluka dan belum sembuh. Lalu Rasulullah mengajak orang-orang untuk berangkat bersama beliau.

Lalu setan pun datang dan menakut-nakuti anak buahnya dengan berkata, “Sesungguhnya orang-orang (para musuh) telah berkumpul untuk menyerbu kalian.” Maka seseorang tidak mau mengikutinya dan berkata, “Sesungguhnya aku tetap pergi berperang, walaupun tidak ada seorang pun yang mengikutiku.” Rasulullah pun mengajak Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, az-Zubair, Sa’ad, Thalhah, Abdurrahman bin Auf, Abdullah bin Mas’ud, Hudzaifah ibnul-Yaman, dan Abu Ubaidah ibnul-Jarrah dalam pasukan yang berjumlah tujuh puluh orang. Lalu mereka bergerak mencari Abu Sufyan hingga sampai di Shafra’. Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

“(Yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul…”

Ath-Thabrani meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika orang-orang musyrik kembali dari Uhud, mereka berkata, ‘Kalian tidak membunuh Muhammad, tidak pula membawa gadis-gadis yang muda. Sungguh buruk apa yang kalian lakukan di sini. Kembalilah!’

Rasulullah mendengar hal itu. Lalu beliau mengutus beberapa orang muslim hingga sampai Hamraa’ul Asad atau sumur Abu Utaibah. Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

‘(Yaitu) orang-orang yang menaati (perintah) Allah dan Rasul…’

Ketika itu Abu Sufyan berkata kepada Rasulullah, ‘Kita akan ketemu lagi di Badar karena di sana kalian telah membunuh teman-teman kami.’ Mendengar hal itu, para pengecut segera kembali, sedangkan para pemberani mempersiapkan peralatan perang dan keperluan untuk berdagang. Lalu mereka mendatangi Badar, namun mereka tidak menemukan seorang pun di sana. Maka mereka pun berdagang. Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

‘Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah,…”‘ (Ali Imran: 174) (63)

Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Abu Rafi’ bahwa Nabi saw. mengutus Ali bersama sejumlah orang untuk mencari Abu Sufyan. Di perjalanan mereka bertemu dengan seorang Arab pedalaman yang berasal dari Khuza’ah. Dia berkata, “Orang-orang itu telah berkumpul untuk menyerang kalian.” Ali dan rombongannya berkata, “Cukuplah Allah bagi kami dan Dialah sebaik-sebaik pembela.” Maka turunlah pada mereka ayat ini.

Ayat 181, yaitu firman Allah ta’ala,

“Sesungguhnya Allah telah mendengar perkatan orang-orang yang mengatakan: “Sesunguhnya Allah miskin dan kami kaya”. Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan mengatakan (kepada mereka): “Rasakanlah olehmu azab yang membakar”. (Ali Imran: 181)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Ishaq dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Pada suatu hari Abu Bakar mendatangi rumah Midras. Di sana dia mendapati orang-orang Yahudi sedang berkumpul mengitari seorang lelaki dari mereka yang bernama Fanhash. Fanhash lalu berkata kepada Abu Bakar, ‘Wahai Abu Bakar, demi Allah, kita sungguh tidak mempunyai kebutuhan kepada Allah. Malahan sebaliknya, Dialah yang membutuhkan kita. Seandainya Dia kaya, tentu Dia tidak akan meminta pinjaman kepada kita, sebagaimana dikatakan temanmu itu (Nabi Muhammad saw.).’

Mendengar kata-katanya itu, Abu Bakar pun marah, dan serta merta dia memukul wajah lelaki Yahudi itu. Fanhash pun segera pergi menemui Rasulullah untuk mengadukan apa yang dilakukan Abu Bakar terhadapnya. Dia berkata, ‘Wahai Rasulullah, lihatlah apa yang dilakukan temanmu ini terhadapku!’

Maka Rasulullah bertanya kepada Abu Bakar, ‘Wahai Abu Bakar, apa yang membuatmu melakukannya?’

Abu Bakar menjawab, ‘Wahai Rasulullah, dia telah mengatakan kata-kata yang sangat buruk. Dia berkata bahwa Allah itu fakir dan mereka tidak membutuhkan-Nya.’

Namun Fanhash tidak mengakui bahwa dia telah mengatakannya, maka Allah menurunkan firman-Nya,

‘Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan,…””

Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika turun firman Allah,

‘Barangsiapa meminjami Allah dengan pinjaman yang baik…” (al-Baqarah: 245)

Orang-orang Yahudi mendatangi Rasulullah lalu mereka berkata, ‘Wahai Muhammad, apakah Tuhanmu menjadi fakir sehingga Dia meminta-minta kepada hamba-Nya?’

Maka Allah menurunkan firman-Nya,

‘Sungguh, Allah telah mendengar perkataan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan, ‘Sesungguhnya Allah itu miskin dan kami kaya…””

62. HR. Abu Dawud dalam Kitabul Jihad, No. 2158 dan HR. Hakim dalam al-Mustadrak, No. 2400.

63. HR. ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir, No. 11467

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 141 – 145.