Surah Ali Imran Ayat 113, 118 dan 121

Ayat 113, yaitu firman Allah ta’ala,

“Mereka itu tidak sama; di antara Ahli Kitab itu ada golongan yang berlaku lurus , mereka membaca ayat-ayat Allah pada beberapa waktu di malam hari, sedang mereka juga bersujud (sembahyang).” (Ali Imran: 113)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim, ath-Thabrani, dan Ibnu Mandah dalam as-Shahabah meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Ketika Abdullah bin Salam, Tsa’labah bin Sa’iyyah, Usaid bin Sa’iyyah, Asad bin Abd, dan orang-orang Yahudi lainnya masuk Islam serta beriman, membenarkan Islam dan senang dengan Islam, para pendeta Yahudi dan orang-orang kafir dari mereka berkata, “Hanya orang-orang yang tidak baik dari golongan kami yang beriman kepada Muhammad dan pengikutnya. Seandainya mereka itu orang-orang yang baik, tentunya mereka tidak akan meninggalkan agama nenek moyang mereka dan mengikuti yang lain.’ Lalu Allah menurunkan firman-Nya pada peristiwa itu, ‘Mereka itu tidak sama…'” (55)

Ahmad dan yang lainnya meriwayatkan dari Ibnu Mas’ud, dia berkata, “Pada suatu hari Rasulullah mengakhirkan shalat isya. Ketika beliau datang ke masjid, orang-orang masih menunggu shalat. Lalu beliau bersabda,

‘Sesungguhnya tidak seorangpun dari pengikut agama-agama yang ada ini yang berdzikir kepada Allah pada waktu ini kecuali kalian.’

Lalu turun firman Allah,

‘Mereka itu tidak (seluruhnya) sama. Di antara Ahli Kitab ada golongan yang jujur, mereka membaca ayat-ayat Allah pada malam hari, dan mereka (juga) bersujud (shalat)… Dan Allah Mengetahui orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran: 113-115) (56)

Ayat 118, yaitu firman Allah ta’ala,

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.” (Ali Imran: 118)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Jarir dan Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, “Dulu orang-orang muslim menjalin hubungan baik dengan orang-orang Yahudi karena ketika masa jahiliah mereka membuat janji setia untuk saling membela. Lalu Allah menurunkan firman-Nya kepada mereka yang melarang mereka menjadikan orang-orang Yahudi itu sebagai teman kepercayaan demi menghindari keburukan, yaitu firman-Nya,

‘Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmmu…'”

Ayat 121, yaitu firman Allah ta’ala,

“Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mu’min pada beberapa tempat untuk berperang . Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui,” (Ali Imran: 121)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnu Abi Hatim dan Abu Ya’la meriwayatkan dari al-Miswar bin Makhramah, dia berkata, “Saya katakan kepada Ibnu Mas’ud, ‘Beritahu saya tentang kisah kalian pada Peperangan Uhud.’ Ibnu Mas’ud menjawab, “Bacalah ayat setelah 120 dari surah Ali Imran, maka engkau akan mendapat kisah kami, ‘Dan (ingatlah), ketika engkau (Muhammad) berangkat pada pagi hari meninggalkan keluargamu untuk mengatur orang-orang beriman pada pos-pos pertempuran. Allah Mendengar, Maha Mengetahui.” (Ali Imran: 121)

Hingga firman Allah,

‘Ketika dua golongan dari pihak kamu ingin (mundur) karena takut,…” (Ali Imran: 122)

Ibnu Mas’ud berkata lagi, ‘Mereka adalah orang-orang yang meminta jaminan keamanan kepada orang-orang musyrik, hingga firman-Nya,

“Sesungguhnya kamu mengharapkan mati (syahid) sebelum kamu menghadapinya; (sekarang) sungguh kamu telah melihatnya dan kamu menyaksikannya.” (Ali Imran: 143)

Ibnu Mas’ud berkata, ‘Itu adalah angan-angan para orang mukmin untuk bertemu musuh, hingga firman-Nya,

‘…Apakah jika dia wafat atau dibunuh, kamu berbalik ke belakang (murtad)?…”‘ (Ali Imran: 144)

Ibnu Mas’ud berkata lagi, ‘Itu adalah teriakan setan pada Perang Uhud, yaitu, ‘Muhammad telah terbunuh.’

Hingga firman-Nya, ‘…Keamanan (berupa) kantuk…’ maksudnya adalah membuat mereka merasa mengantuk.'”

Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, dia berkata, “Fiman Allah,

‘Ketika dua golongan dari kamu ingin (mundur) karena takut….” (Ali Imran: 122)

Ayat ini turun kepada kami, Bani Salamah dan Bani Haritsah.” (57)

Ibnu Abi Syaibah dalam al-Mushannaf dan Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari asy-Sya’bi bahwa pada Perang Badar orang-orang muslim mendengar bahwa Kirz bin Jabir al-Muharibi memberi bantuan kepada orang-orang musyrik. Hal itu membuat orang-orang muslim merasa kacau. Lalu Allah menurunkan firman-Nya,

“(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mu’min: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?” Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bersiap-siaga, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.” (Ali Imran: 124-125)

Kemudian Kirz mendengar berita kekalahan orang-orang musyrik. Maka dia pun tidak jadi memberi bantuan kepada orang-orang musyrik dan Allah pun tidak memberi bantuan pasukan lima ribu malaikat kepada orang-orang muslim.

55. HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir, No. 1372.

56. Ibid., No. 10060.

57. HR. Bukhari dalam Kitabul Maghaazi, No. 3745 dan HR. Muslim dalam Kitaabu Fadhaa’ilis Shahabah, No. 4560.

Sumber: Diadaptasi dari Jalaluddin As-Suyuthi, Lubaabun Nuquul fii Asbaabin Nuzuul, atau Sebab Turunnya Ayat Al-Qur’an, terj. Tim Abdul Hayyie (Gema Insani), hlm. 129 – 133.