Berselisih dalam Menghitung Putaran Thawaf

Seorang wanita melaksanakan haji Tamattu’ bersama suaminya. Pada putaran keenam dari thawaf, sang suami berkata kepada isterinya,”ini adalah putaran ketujuh’ dan dia tetap pada pendiriannya, apakah hajinya sah?

Jawaban:

Jika wanita itu yakin bahwa dia berada pada putaran keenam dan bahwa dia belum menyelesaikan thawafnya, maka umrahnya belum sempurna sampai sekarang, karena thawaf merupakan salah satu rukun umrah yang tidak mungkin umrah sempurna, kecuali dengannya. Jika setelah itu dia berniat ihram untuk haji, maka hajinya adalah haji Qiran, karena dia memasukkan haji ke dalam umrah sebelum umrahnya selesai. Jika wanita itu ragu-ragu ketika melihat suaminya bersikeras pada pendiriannya bahwa dia sudah melakukan putaran ketujuh, maka tidak apa-apa baginya; karena jika dia ragu dan suaminya yakin, maka dia harus menguatkan pendapat suaminya. Wallhu a’lam.

Sumber: Diadaptasi dari Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, Fataawaa Arkaanil Islam, atau Tuntunan Tanya-Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, Haji: Fataawaa Arkaanil Islam, terj. Muniril Abidin, M.Ag (Darul Falah, 2005), hlm. 573.