Muslim Pattani Semakin Tertindas

ERAMUSLIM – Kamis malam, 7/12, bertempat di gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, digelar a pertemuan antara Pattani United Liberation Organization (PULO) dengan sejumlah Ormas dan media Islam. Bertajuk “Silaturahim dan Kabar Terkini Muslim Pattani”, acara dihadiri berbagai Perwakilan Ormas diantaranya Persatuan Islam, Al Ittihadiyah, DDII, dan lain sebagainya. PULO sendiri adalah salah satu organisasi Islam yang berjuang memerdekakan Pattani dari kekejaman Rezim Thailand.

Dalam diskusi tersebut, Ustadz Abu Jihad dari PULO mengemukakan keprihatinanya atas penjajahan yang dilakukan pemerintah Thailand kepada umat muslim di Pattani. Ia mengungkapkan bahwa hingga detik ini kehidupan muslim di selatan Thailand itu tidak lebih baik, bahkan kian memburuk. Pergantian tampuk PM Thailand dari Abhisit Vejjajjiva ke tangan Yingluck Shinawatra pun tidak banyak menghasilkan apa-apa.

“Pergantian PM Thailand dari Partai Demokrat pimpinan Abhisit kepada Partai Phuea Thai tidak membawa perubahan. Pemerintahan Darurat militer masih dietrsukan, bahkan sekarang militer bertambah banyak,” katanya.

Padahal saat kampanye, Partai Phuea Thai berjanji akan mengurangi jumlah tentara mereka di daerah Pattani. Mereka juga bersedia memberikan lapangan pekerjaan bagi para penduduk Pattani. Namun janji itu tidak dipenuhi. Setelah berhasil memenangi Pemilu Thailand, kondisi Muslim di Pattani kian mengkhawatirkan.

Selain itu, Ustadz yang kini dicekal pemerintah Thailand ini tersebut, juga membeberkan sejumlah fakta yang menimpa para wanita Pattani. “Banyak penyalahgunaan wewenang yang dilakukann tentara Thailand. Banyak kasus para wanita Melayu dan para istri Melayu dirogoh-rogoh oleh tentara Thailand,” ujarnya prihatin.

Sayangnya, fakta-fakta seperti ini jarang diketahui banyak orang. Negara jiran seperti Malaysia pun tidak banyak nyali untuk mengungkap. “Sayang sekali koran-koran di Malaysia tidak berani menyiarkan. Berita pembunuhan penjajah Thailand tidak ada, yang ada berita pejuang Pattani yang membunuh tentara Siam,” bebernya kecewa.

Pemerintah Thailand memang sengaja menutup rapat akses untuk mendapatkan informasi mengenai ketidakadilan terhadap muslim Pattani. Mereka tidak mau kekejaman para tentara Thailand terungkap ke media Internasional, “Jika ada wisatawan mengunjungi Pattani, mereka akan diantar pihak pemerintah. Nanti warga disuruh berbohong bahwa keadaan di Pattani baik-baik saja. Kalau tidak, wah besoknya sudah hilang,” imbuhnya.

PULO didirikan pada tahun 1968 di Pakistan dan disahkan di Arafah oleh para ulama Pattani. Penggagas utama PULO adalah Kabir Abdurrahman yang notabene adalah sahabat baik Almarhum Mohammad Natsir. (Arbi)