Korban Sipil Berjatuhan, Tapi Rusia Terus Jual Senjata ke Suriah

REPUBLIKA – Rusia akan terus mengekspor senjata ke Suriah karena belum ada keputusan internasional yang dibuat untuk menyatakan hal itu tidak sah, kata seorang pejabat penting sebuah industri sebagaimana dikutip oleh kantor berita Interfax, Ahad.

Ketika berbicara pada pameran ketirgantaraan di Dubai, Uni Emirat Arab, wakil direktur Jasa Kooperasi Teknik dan Militer Rusia (FSVTS) Viacheslav Dzirkaln mengatakan, “Karena tidak ada pembatasan pada pengiriman senjata ke Suriah, Rusia akan menghormati kewajiban-kewajiban kontraknya dengan negara itu”.

Rusia telah mengatakan pada Agustus lalu bahwa mereka akan terus mengirim senjata ke sekutu lamanya itu, mengabaikan seruan Menlu Amerika Serikat Hillary Clinton pada negara-negara yang masih berdagang senjata dengan Suriah untuk dapat mengambil pihak yang benar dari sejarah.

Tekanan internasional telah meningkat pada Presiden Bashar al-Assad untuk mengakhiri penindasan hebatnya pada para penentangnya, yang menurut perkiraan PBB sedikitnya 3.500 orang telah tewas. Pasukan keamanan Bashar telah menindak keras demonstran pro-demokrasi, yang terinspirasi oleh revolusi Arab Spring, sejak 15 Maret lalu.

Meskipun Presiden Rusia Dmitry Medvedev pada Oktober telah meminta pada pemimpin Suriah untuk menerima pembaruan atau mundur, Rusia menentang sanksi PBB terhadap Suriah, dan malah menegaskan perlunya untuk berdialog. (Arbi)