Cari Pelaku Pembacokan, Muslim Kabupaten Buru Sweeping Kampung Kristen

VOA-ISLAM – Ketidakseriusan aparat dalam mengusut pelaku pembacokan warga muslim oleh pemuda Kristen orang gunung di Kabupaten Buru Selatan Maluku berbuntut panjang.

Peristiwa bermula pada Selasa malam (1/11/2011). Ketika bersiap-siap menunaikan shalat isya sekitar pukul 19.30 WIT, warga Muslim desa Wailikut dihebohkan dengan insiden pembacokan Gani Pantororeng, seorang pelajar kelas 3 SMP Muhammadiyah Wailikut dengan memakai parang besar oleh pemuda Kristen orang gunung. Akibat pembacokan parang besar tersebut, Gani mengalami luka di bagian dagu yang sangat parah sehingga harus ditangani dengan 30 jahitan.

Malam itu juga, ratusan warga desa Wailikut dan Waimasin –dua desa mayoritas Muslim– mendatangi Mapolsek Waimsisi, untuk menyerahkan identitas pelaku pembacokan. Warga mendesak pihak Kepolisian segera menangkap pelakunya dengan mengultimatum, jika dalam waktu 24 jam Polisi tidak mampu menangkap pelakunya, maka warga akan bertindak sendiri untuk menangkap dan menghakimi pelaku pembacokan tersebut. Warga mengancam akan melakukan unjuk rasa dengan massa yang lebih besar jika Polisi tidak segera menyelesaikan kasus ini.

Karena tuntutannya tidak ditanggapi secara serius oleh aparat kepolisian, maka pada Rabu siang, (2 /11/2011) sekitar pukul 13.30 WIT warga kembali mendatangi Mapolsek Waimsisi untuk membuktikan ultimatumnya. Tak hanya menuntut agar polisi segera menangkap pelaku pambacokan, namun kali ini ratusan warga membawa senjata tajam.

Karena emosi warga tak tak terbendung akibat aspirasi yang tidak ditanggapi, akhirnya massa melampiaskan kemarahannya dengan mencari pelaku pembacokan ke perkampungan milik Orang Gunung yang berada di belakang desa Waimasin, yaitu kampung Anginsara. Karena pelaku tak ditemukan, maka kampung yang dihuni sekitar 15 kepala keluarga Kristen jadi sasaran amuk massa karena ditengarai telah melindungi dan menyembunyikan pelaku pembacokan.

Seorang warga Wailikut yang ikut mendemo Mapolsek Waimsisi, menjelaskan bahwa korban dan warga Wailikut sudah menyerahkan identigas pelaku pembacokan, lengkap dengan alamat kampungnya. Namun hingga kini polisi belum bertindak melakukan penangkapan terhadap pelaku pembacokan. “Keluarga korban dan warga menilai Polisi tidak serius dalam menangani kasus pembacokan yang telah melukai Gani Pantororeng,” ujarnya kepada voa-islam.com, Rabu (2/11/2011).

Menurut warga yang tidak bersedia dituliskan namanya itu, amarah warga tak terbendung, karena peristiwa pembacokan terhadap warga muslim Buru Selatan oleh orang Kristen pedalaman itu bukan untuk yang pertama kalinya, namun sudah terjadi berkali-kali dan tidak pernah diusut tuntas oleh Polisi.

Warga berharap, dari insiden ini aparat mau mengambil hikmahnya, agar di kemudian hari bersikap serius menampung aspirasi warga, dengan mengungkap kasus-kasus kriminal yang menzalimi umat Islam. Kesigapan aparatlah yang bisa meredam kemarahan warga untuk mengindari terjadinya konflik horisontal yang meluas dan berkepanjangan. (Arbi)