Oposisi Kuasai Bab Al Aziziah, Tapi Tak Ada Jejak Qaddafi dan Anak-anaknya

Para pemimpin oposisi Libya menyatakan bahwa tidak ada jejak diktator Muammar Qaddafi atau anak-anaknya di kompleks Bab Al-Aziziah, Tripoli.

Selasa malam (23/8/2011), pasukan revolusioner anti-rezim Qaddafi berhasil menduduki Bab Al Aziziah yang merupakan tempat persembunyian Qaddafi dan kroni-kroninya selama ini.

Para pejuang revolusioner Libya berhasil mengebarkan bendera kemenangan di atas gedung Beit Al Sumud yang juga tempat pidato Qadafai saat meletusnya revolusi di negara ini, bulan Februari lalu.

Bab Al Aziziah adalah barak militer yang berukuran 6 kilometer persegi di tempat strategis di selatan Tripoli. Selain itu, barak militer ini dilengkap dengan sistem teknologi keamanan yang canggih. Bab Al Azizia menjadi pusat kegiatan Qaddafi, bahkan tamu-tamu negara diterima di barak itu.

Dilaporkan pula, Bab Al Aziziah mempunyai banyak bunker. Selama krisis di Libya, Qaddafi memerintahkan para menterinya supaya berada di barak ini. Dengan cara itu, para menteri Qaddafi tidak dapat melarikan diri.

Qadafi: Kami Mundur Karena Alasan Taktis

Pemimpin Libya Moamer Gaddafi mengatakan Rabu, dia telah meninggalkan kompleks kediamannya, yang direbut sebelumnya oleh para pejuang pemberontak, sebagai sebuah “langkah mundur taktis.”

“Bab al-Azizya sudah tidak lagi berbentuk melainkan seonggok reruntuhan sesudah dihantam 64 rudal NATO dan kami mundur dari situ karena alasan-alasan taktis,” katanya dalam pidato yang disiarkan website stasiun televisi yang dikepalai anaknya Seif al-Islam.

Pidato tersebut yang juga dikutip oleh saluran pro-Gaddafi Al-Oruba muncul sesudah para pejuang pemberontak menyerbu kompleks kediaman yang tersebar luas namun tidak menemukan jejaknya atau siapa pun keluarganya.

Stasiun tersebut tidak mengindikasikan kemana dia telah pergi. Pada saat bersamaan juru bicara Gaddafi Mussa Ibrahim mengatakan kepada saluran Arrai yang berbasis di Suriah bahwa lebih dari 6.500 “sukarelawan” telah tiba di Tripoli untuk berperang membela rezim tersebut dan menyerukan lebih banyak lagi.

“Para sukarelawan silakan datang ke Libya dan kami akan memberi anda senjata, amunisi dan pelatihan,” katanya. Ibrahim mengatakan pasukan Gaddafi telah menangkap sejumlah pemimpin pemberontak dan memperingatkan bahwa jika serangan NATO terus berlanjut “kami akan mengubah Libya menjadi lebih berkobar lagi dan kami mampu melindungi warga sipil dari genk-genk perang salib dan sekutunya.” (Fani/rpb)