Penyaluran Zakat, Haruskan Lewat Lembaga Amil Zakat?

Assalamu’alaikum

Dalam mengelola (menerima & menyalurkan) zakat maal dari para muzaki, apakah harus dilakukan oleh panitia atau bisa perorangan?

Wassalamu’alaikum

Indra Iswara
Bogor

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Warahmatullahi Wabarakatuh

Dalam menjawab pertanyaan anda, ada baiknya disimak dulu ayat berikut;

إنما الصدقات للفقراء والمساكين والعاملين عليها والمؤلفة قلوبهم وفي الرقاب والغارمين وفي سبيل الله وابن السبيل فريضة من لله والله عليم حكيم.

“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zzkat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Alah, dan Allah Maha mengetahui lagi maha Bijaksana”. (Q.S. At-Taubah : 60 ).

Dalam ayat tersebut ada delapan klasifikasi yang berhak mendapkan zakat;
1. Fakir.
2. Miskin.
3. Pengurus zakat (‘Amil).
4. Muallaf, orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam dan imannya masih lemah.
5. Hamba sahaya.
6. Orang yang dililit hutang.
7. Kepentingan umum di jalan Allah.
8. Orang Ibnu Sabil ; dalam perjalanan di jalan Allah, serta mengalami kesulitan financial dalam perjalannya.

Jika diperhatikan dalam ayat tersebut ada yang namanya ‘Amil (pengurus zakat), maka lebih baiknya zakat itu diserahkan kepada lembaga zakat yang profesional, adil dan terpercaya kemudian mereka akan menyalurkannya kepada yang berhak.

Hal ini diperkuat dengan ayat: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (at taubah 103).
Akan tetapi jika di sekitar kita ada yang berhak menerima zakat termasuk kerabat yang miskin, maka tidak ada salahnya menyalurkan zakat langsung kepada mereka. Wallahu a’lam

Wallahu A’lam

Kirimkan pertanyaan Anda di sini