Teroris Kristen Norwegia Terpengaruh Paham Zionis

Beberapa sumber Amerika berhasil mengungkap latar belakang teroris Kristen Norwegia, Anders Behring Breivik (32), melakukan pengeboman di jantung kota Eropa Barat dan pembantaian berdarah di Oslo, Norwegia pada Jum’at (22/07/2011).

Telah terungkap, bahwa teroris Kristen itu terpengaruh oleh paham dan buku-buku teroris zionis Amerika yang pro dengan Israel. Akibat pengaruh tersebut, ia sangat membenci keberadaan umat Islam di Amerika dan Eropa.

Selain itu, ia juga banyak terpengaruh oleh tulisan-tulisan yang ditulis oleh para teroris kristen Amerika lainnya, seperti Robert Spencer, Daniel Pipes dan Pam Geller. Tulisan itu ia dapat dari internet.

Pam Geller adalah aktifis Yahudi di Amerika yang menentang pembangunan masjid di New York dekat lokasi serangan 11 September 2001.

Kebencian Terhadap Islam

Dari sisi lain, pemerhati urusan teroris, Marc Sageman, mengkritik Amerika yang hanya fokus kepada umat Islam dalam menangani urusan teroris dan meremehkan para teroris dan ekstimis dari umat lain.

Berkata Sageman -Perwira Intelijen Amerika-, “Amerika harus mengawasi kelompok-kelompok ekstrim lainnya di Amerika, tidak hanya fokus pada umat Muslim Amerika,” sebagaimana dikutip oleh aljazeera.net, Selasa (26/07).

Selain Marc Sageman, Heiner Bielefeldt, yang merupakan Pelapor Khusus PBB untuk Kebebasan Beragama dan Kepercayaan, juga mengkritik laporan-laporan media barat yang terburu-buru menuduh umat Islam sebagai dalang pembunuhan di Norwegia. Ia menyebut hal seperti itu sebagai contoh “memalukan” dan “terungkap jelas” mengandung prasangka-prasangka.

“Cara para komentator publik yang secara langsung menghubung-hubungkan pembunuhan massal di Norwegia pada Jumat (22/07/2011) lalu dengan terorisme Islam, merupakan contoh yang terungkap dan benar-benar memalukan menyangkut dampak kuat dari adanya prasangka,” kata Bielefeldt seperti dikutip Pusat Media PBB di New York, Amerika Serikat, Selasa.

“Sikap menghormati para korban dan keluarga korban seharusnya didahulukan daripada mengambil kesimpulan-kesimpulan yang murni berdasarkan spekulasi,” kata Bielefedt. (Fani/aljz)