40 Ribu Warga Somalia yang Kelaparan Lari ke Mogadishu

Sekitar 40.000 warga yang kelaparan telah melarikan diri ke ibukota Somalia, Mogadishu selama bulan lalu untuk mencari makanan dan air, badan pengungsi PBB mengatakan Selasa kemarin (26/7).

“Selama sebulan terakhir, angka dari UNHCR menunjukkan bahwa hampir 40.000 warga Somalia yang mengungsi akibat kekeringan dan kelaparan telah berkumpul di Mogadishu untuk mencari makanan, air, tempat tinggal dan bantuan lainnya,” ujar Vivian Tan, juru bicara Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi.

“Sekitar 30.000 lebih warga telah tiba di pemukiman sekitar Mogadishu.

“Secara total, diperkirakan Mogadishu telah menerima sampai 100.000 orang pengungsi internal selama dua bulan terakhir,” tambah juru bicara tersebut.

Dengan tidak cukupnya bantuan persediaan yang memasuki negara saat ini untuk mengatasi kebutuhan, menyebabkan warga berdesak-desakan untuk mendapatkan makanan sehingga menyebabkan beberapa orang mengalami luka serius.

Minggu terakhir PBB menyatakan adanya kelaparan di dua bagian selatan Somalia.

Menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan, sekitar 3.500 warga Somalia melintasi perbatasan negara tetangga ke Kenya dan Ethiopia setiap hari, menambah lebih dari 740.000 pengungsi telah melarikan diri melintasi perbatasan tersebut.

“Hal ini menciptakan ketegangan pada lingkungan yang rapuh, meningkatkan ketegangan dengan masyarakat lokal dan risiko adanya kebakaran atau wabah penyakit,” kata Tan, berbicara tentang kondisi di Kenya. (Fani/erm)