Wilayah Somalia Selatan Masuk Zona Kelaparan

PBB mengumumkan, Rabu (20/07), empat wilayah Somalia Selatan masuk zona kelaparan akibat kekeringan sejak 60 tahun lalu. Keempat wilayah itu adalah Bay, Bakool, Juba dan Shebelle Bawah. Karenanya, PBB menyerukan kepada rakyat internasional untuk segera mengirimkan bantuannya.

Koordinator Urusan Kemanusiaan PBB di Somalia, Mark Bowden, mengatakan, “Hampir setengah dari penduduk Somalia yang jumlahnya sekitar 3,7 juta jiwa hidup mengenaskan. 2,8 jiwa di antara mereka hidup di Somalia Selatan,” sebagaimana diberitakan oleh Islammemo.cc, Rabu (20/07).

Menindaklanjuti pengumuman PBB, Orgnisasi Konferensi Islam (OKI) mendesak agar semua pihak di Somalia memperhatikan kondisi itu dan minta agar semua pihak yang bertikai melakukan gencatan senjata dan memperbolehkan organisasi-organisasi masuk ke wilayah Somalia tanpa syarat, guna mengirimkan bantuan kemanusiaan kepada para korban kelaparan di negeri itu.

Al-shabaab Sambut Baik Deklarasi Kelaparan PBB di Somalia Selatan

Kelompok pejuang Islam Al-Shabaab hari Rabu menyambut baik deklarasi PBB mengenai kelaparan di daerah-daerah Somalia selatan dan mengatakan, mereka akan mengizinkan upaya bantuan darurat.

“Deklarasi kelaparan di daerah-daerah Somalia oleh PBB disambut baik dan kami ingin melihat bantuan datang ke penduduk,” kata seorang pejabat senior Al-Shabaab kepada AFP.

PBB secara resmi mengumumkan bahwa Bakool dan Shabelle Hulu, daerah-daerah Somalia selatan yang dikuasai Al-Shabaab, dilanda kelaparan yang mempengaruhi 350.000 orang.

Badan-badan bantuan menarik diri dari Somalia selatan pada awal 2010 setelah ancaman terhadap staf mereka dan aturan semakin keras yang diberlakukan terhadap aktivitas mereka oleh Al-Shabaab, yang dimasukkan ke dalam daftar kelompok teror oleh Washington.

Bulan ini, Al-Shabaab mengumumkan, mereka mengizinkan organisasi-organisasi kemanusiaan memberikan bantuan di wilayah yang mereka kuasai.

Namun, kelompok yang terkait dengan Al-Qaida itu memperingatkan, nilai-nilai Islam harus dijaga.

“Bantuan harus diberikan hanya atas dasar kemanusiaan, dan nilai-nilai keagamaan rakyat Somalia sebagai muslim harus dihormati,” kata seorang pejabat senior Al-Shabaab yang tidak bersedia disebutkan namanya itu.

Badan Anak PBB (UNICEF) mengirim dengan pesawat lima ton metrik bantuan pangan dan obat bagi anak-anak yang kekurangan gizi ke Baidoa yang dikuasai Al-Shabaab pekan lalu.

“Itu berhasil dan langkah bagus ke arah pengiriman bantuan udara ke Somalia. Bantuan itu merupakan yang pertama dalam dua tahun ini,” kata Iman Morooka, juru bicara UNICEF untuk Somalia.

Morooka mengatakan, Al-Shabaab “telah memberikan persetujuan dan akses tanpa halangan, dan operasi itu berjalan lancar”.

Pengangkutan bantuan itu dilakukan Rabu lalu dan UNICEF siap melakukan pengiriman lagi ke wilayah-wilayah Somalia selatan dan tengah yang dikuasai oleh kelompok pejuang Islam itu.

Al-Shabaab mengobarkan perang selama empat tahun ini dalam upaya menumbangkan pemerintah sementara Somalia dukungan PBB yang hanya menguasai sejumlah wilayah di Mogadishu.

Kelompok pejuang Islam Al-Shabaab dan sekutunya berusaha menggulingkan pemerintah Presiden Sharif Ahmed ketika mereka meluncurkan ofensif mematikan pada Mei tahun lalu.

Mereka menghadapi perlawanan sengit dari kelompok milisi pro-pemerintah yang menentang pemberlakuan hukum Islam yang ketat di wilayah Somalia tengah dan selatan yang mereka kuasai. (Fani/ism/hdt/vis).