Rabithah Alam al-Islami Akan Gelar Konferensi Internasional di Jakarta

Pemerintah RI dan Rabithah Alam al Islami (Ikatan Islam se-Dunia) organisasi non-pemerintah (NGO) yang berpusat di Mekkah, Arab Saudi, berencana menyelenggarakan konferensi penerangan Islam internasional. Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Bahrul Hayat kepada pers seusai menandatangani MoU dengan Rabithah Alam al Islami atau “The Muslim World League” di Jakarta, Senin mengatakan, “Muktamar al Ilam al Islami” itu direncanakan digelar di Jakarta pada minggu kedua, September 2011.

“Konferensi penerangan Islam internasional yang pertama pernah diselenggarakan di Jakarta tahun 80-an dan saat itu Menteri Penerangan dijabat oleh Harmoko,” katanya. Bahrul mengatakan, peran media sangat penting dalam era globalisasi, khususnya bagi dunia Islam. “Media telah memberi kontribusi bagi perkembangan yang terjadi di dunia Islam,” ujarnya seraya menambahkan tema konferensi itu tentang media dan teknologi informasi di dunia Islam, mencari solusi negara-negara Islam menghadapi perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi.

“Tapi tema ini akan difinalkan pada minggu kedua pertemuan dengan Rabithah,” ujarnya. Pihaknya berharap, media dapat membantu pengembangan informasi di negara-negara Islam yang miskin. “Bagaimana posisi negara-negara miskin dalam menghadapi ICT (Information and communications technology),” katanya.

Bahrul Hayat menjelaskan, konferensi penerangan Islam internasional akan diikuti menteri-menteri komunikasi di negara-negara Islam serta para pakar komunikasi atau ahli media internasional dari negara Islam. “Pada sesi akhir akan ada deklarasi dari para peserta,” ujarnya.

Selain itu diharapkan forum berskala internasional tersebut dapat diselenggarakan secara rutin secara periodik. “Mungkin setahun atau dua tahun sekali,” kata Bahrul. Dikatakan, bagi pemerintah RI kegiatan ini merupakan bagian dari mengajak dunia melihat konstelasi media di negara-negara Islam, dan ini juga peluang untuk membuktikan bahwa Indonesia menjadi salah satu pusat peradaban Islam di dunia.

Direktur Utama Media dan Relasi Rabithah Alam al Islami Hassan Al Ahdal mengatakan, Indonesia mempunyai peran strategis di mata dunia internasional, terutama untuk memberikan wajah Islam yang sebenarnya. “Apalagi Indonesia adalah negara dengan populasi penduduk Muslim terbesar. RI dan MWL berkomitmen kampanyekan Islam agama damai,” katanya.

Hassan mengatakan, konferensi yang akan digelar nantinya merupakan kelanjutan dari konferensi yang pernah digelar perdana di Jakarta pada 32 tahun silam. Konferensi akan mengagendakan beberapa hal penting, terutama adalah membahas kesiapan dunia Islam menghadapi perkembangan ICT. Selain itu juga membahas kontribusi dan bagaimana media berperan.

Ia menegaskan bahwa media mempunyai peran vital dalam penyebaran informasi. Media-media di negara Islam dituntut memberikan informasi akurat dan benar tentang wajah Islam yang sebenarnya. Informasi itu akan dapat mengikis opini Barat yang selama ini memberikan stigma buruk terhadap Islam. “Islam agama damai bukan agama terorisme,” katanya menambahkan. (Fani/rpb)