MUI Jatim Desak Penjualan Kondom Lebih Selektif

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mendukung desakan MUI Situbondo agar kondom tidak dijual bebas di masyarakat di daerahnya. Hal itu dinilai MUI Jatim positif karena bisa mencegah pihak yang ingin menyalahgunakan kondom.

“Memang seharusnya kondom tidak dijual bebas. Kondom seyognyanya digunakan oleh suami istri,” kata Sekretaris MUI Jatim, Muhammad Yunus.

Lebih lanjut, Yunus menilai, penertiban penjualan kondom itu harus dilakukan di berbagai daerah.

“Banyak remaja atau pasangan non resmi yang beli kondom. Apalagi, kondom juga tidak bisa seratus persen mencegah penularan penyakit kelamin,” jelasnya.

Karena itu, Yunus menyarankan agar pemerintah membuat regulasi yang lebih ketat terhadap penjualan kondom. Apalagi bila ada wacana pembuatan ATM kondom, ide itu dinilai Yunus tindakan salah kaprah. Lebih jauh, ia menghimbau agar masyarakat menjauhi prilaku seks bebas dengan menikah.

“Menikah dan berhubungan dengan pasangan yang sah jauh lebih bahagia dan barakah,” tuturnya.

Sebelumnya, seperti diberitakan detiksurabaya Ahad lalu, MUI Situbondo menyoroti tentang mudahnya masyarakat Situbondo membeli kondom.

“Bukan masalah untung semata yang dipikirkan, melainkan masa depan anak muda itu lebih penting. Jadi tolong, jangan melayani pembeli dari kalangan pelajar utamanya,” tukas Sekjen MUI Situbondo H Hamid Jaufarul Radi. (Fani/hdt)