Masyaallah! Jamaah Masjid Al Ikhlas Medan Dikirimi Kotoran Manusia

Belum selesai sengketa Masjid Al Ikhlas, namun intimidasi rupanya terus berlanjut. Ini dialami oleh para pembela Masjid Al Ikhlas serta Jamaah Masjid.

Salah seorang Tim Pembela Masjid, Reinald Lubis, melaporkan intimadasi terus terjadi. Beberapa hari yang lalu mobil salah seorang Presidium Gerakan Penyelamat dan Pembangunan Masjid (GP2M), drg Syahbana, dipecahkan. Selain itu juga ancaman melalui telephone yang kerap dialami oleh fungsionaris FUI Medan.

Tak cukup melakukan itu, Jumat kemarin, jamaah dikirimi kotoran manusia oleh oknum tak bertanggungjawab.

“Jamaah Masjid Al Ikhlas kembali mendapat intimidasi dan hambatan dari pihak yang tak bertanggung jawab. Yakni dengan disebarkannya kotoran manusia, kotoran lembu, bangkai tikus, serta telur busuk tepat di jalan Timor beberapa saat sebelum sholat Jum’at dilaksanakan,” kata Reyinaldy.

Ia menjelaskan, sebahagian besar kotoran tersebut disebar dan diletakkan di lokasi jalan di mana imam dan khotib biasanya berada.

Ustadz Indra Suheri, salah seorang Ketua FUISU menyesalkan sikap provokatif dari orang-orang dan pihak yang tak bertanggung jawab tersebut.

”Kita yakin bahwa ini hanyalah bentuk intimidasi dan provokasi agar kita semakin marah dan berbuat anarkis. Namun kita tidak akan melakukan hal tersebut. Sebab kita komit bahwa perjuangan kita tetap di jalur hukum,” katanya menerangkan.

Salah seorang warga sekitar Jalan Timor yang biasa berjualan di Jalan Timor, yang tidak bersedia menyebutkan namanya, menerangkan bahwa pelaku pelemparan dan pengirim kotoran, bangkai tikus serta telur busuk tersebut terdiri dari 4 orang mengendarai 2 unit Kendaraan roda dua. Mereka menggunakan jaket hitam dan helm tertutup.

“Mereka dengan cepat melemparkan dan menaburkan kotoran-kotoran itu kemudian langsung pergi dengan cepat. Kotoran manusia yang mereka lemparkan tepat di sebelah warung dagangan saya. Berhubung saya jualan makanan, dan kotoran itu pun banyak mengundang lalat hijau, lantas saya langsung saja membuang dan menutupi sisa kotoran manusia itu dengan pasir. Pelanggan saya bisa kabur kalau kotoran itu tetap ada,” katanya menjelaskan.

Sedangkan kotoran lembu, bangkai tikus, dan telur busuk dibiarkan sampai akhirnya perwakilan ormas Islam hadir memberi kesempatan wartawan untuk mengambil gambar, mendokumentasikan, lalu membuang serta membersihkan kotoran dan bangkai tersebut.

Meski ada intimidasi, pelaksanaan sholat Jum’at kemarin tetap berjalan sebagai mana biasanya. Hadir menjadi khatib adalah Al Ustadz Musa Abdul Ghani, Ketua Hizbut Tahrir Sumatera Utara. (Fani/hdt)