Puluhan Pengacara Tuntut Israel di Den Haag

Puluhan pengacara dari lebih 20 negara akan menyiapkan gugatan terhadap Israel atas serangannya terhadap Freedom Flotilla to Gaza pada 31 Mei lalu. Hal ini diumumkan oleh Aliansi Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang bertemu Senin lalu di Jenewa, Swiss.

Diberitakan PIC semalam, aliansi mengeluarkan pernyataan yang di antaranya menyebutkan, “Konvensi Jenewa, yang merupakan serangkaian aturan yang disepakati oleh masyarakat internasional untuk melindungi martabat dan nyawa manusia, terus saja dilanggar oleh Israel karena kekebalan totalnya.”

Para pengacara dari lebih 20 negara itu akan berada di Den Haag besok (14/10) untuk mengajukan tuntutan kepada jaksa penuntut umum di Mahkamah Pidana Internasional. Akan hadir bersama mereka sejumlah korban dalam serangan tersebut, keluarga mereka serta relawan kemanusiaan dari berbagai negara lainnya.

Menurut pernyataan itu, para pengacara ini juga akan memperkarakan kasus-kasus kejahatan sebelumnya yang pernah dilakukan Israel, meskipun Amerika Serikat berkali-kali menggunakan hak vetonya untuk menentang berbagai upaya penyelidikan PBB atas kejahatan Israel itu.

Nalan Dal dari Insani Yardim Vakfi (IHH), organisasi kemanusiaan Turki yang memotori Freedom Flotilla 1, mengundang para relawan yang Mei lalu diserang dengan brutal oleh tentara-tentara Israel, untuk hadir dalam media briefing esok di depan Mahkamah Pidana Internasional (Interntational Criminal Court) sesudah proses pendaftaran tuntutan tersebut.

Sementara itu, dalam perkembangan lainnya, Koalisi Freedom Flotilla 2 mengumumkan menunda keberangkatan ke Gaza hingga musim semi 2011. Konvoi tersebut semula dijadwalkan bertolak akhir 2010 ini.

Rami Abdo dari koalisi tersebut menjelaskan keputusan menunda diambil karena membengkaknya jumlah permohonan keikutsertaan dan membesarnya jumlah anggota koalisi ini. “Meskipun ancaman terus diterima koalisi Freedom Flotilla agar menghentikan rencana pelayarannya, kami tidak akan mundur, dan persiapan terus kami lakukan,” ungkap Abdo. (rpb/Fani)