Innalillah, PPIH Izinkan Calon Haji Bawa Rokok Hingga 20 Bungkus

Alih-alih jama’ah haji dilarang membawa rokok supaya lebih khusyuk dalam beribadah, tapi justru Panitia penyelenggara ibadah haji (PPIH) embarkasi Jakarta-Bekasi, memberi toleransi kepada jamaah calon haji asal Jawa Barat, membawa dua slop rokok (20 bungkus). Padahal batas maksimal rokok yang boleh dibawah sesuai aturan pemerintah hanya satu slop saja.

Wakil Sekretaris II PPIH embarkasi Jakarta-Bekasi Dede Syaiful Uyun, mengatakan pihaknya membolehkan calon haji yang membawa rokok lebih banyak. “Kalau dua slop masih bisa,” kata Dede, kepada wartawan di asrama haji embarkasi Jakarta-Bekasi, Senin (11/10).

PPIH, kata Dede, seluruh barang bawaan calon haji diperiksa menggunakan alat pendeteksi Xray. Apabila ditemukan tas berisi rokok tiga slop atau lebih, maka akan dikurangi dan hanya diizinkan dua slop.

Selain rokok, petugas PPIH akan menyita barang bawaan terlarang. Seperti benda cair, barang tajam, dan barang berbahaya lainnya. Pada musim haji tahun ini, Jawa Barat, mendapat quota 37.366 calon haji yang dikelompokkan ke dalam 88 kelompok terbang (kloter). Calon haji paling banyak, kata Dede, berasal dari Kota Bekasi, disusul Kabupaten Bandung. “Dua daerah itu paling banyak calon hajinya,” katanya. (tpm/Fani)