Mujahidin Taliban Pakistan Terapkan Hukum Potong Tangan

ImageSalah satu lembaga pengadilan milik mujahidin Taliban Pakistan mulai menerapkan hukum potong tangan kepada tiga orang laki-laki yang terbukti telah mencuri. Hukum itu sesuai dengan syari'at Islam yang diterapkan oleh para mujahidin.   Setelah ketiga lelaki itu dihukum potong tangan, mereka pun dilarikan ke rumah sakit untuk mengobati luka bekas potongan tagannya.   Di wilayah kekuasaan Taliban, distrik Khyber, para mujahidin memsosialisasikan hukum Islam. Di wilayah itu para mujahidin melarang segala bentuk kegiatan sosial yang berasal dari non-muslim, melarang mencukur jenggot, dan melarang memajang gambar yang ada gambar perempuannya.

Apabila diantara penduduk distrik Khyber ada yang menolak, maka para mujahidin Taliban akan bertindak tegas.

Pemberlakuan hukum potong tangan oleh para mujahidin ini picu perdebatan panjang oleh para ulama, baik yang pro ataupun kontra.

Menurut ulama yang kontra, penerapan hukum potong tangan dan rajam tidak mungkin dilakkan di tengah-tengah masyarakat muslim yang sedang mengalami kemiskinan dan kelaparan. Pendapat ini berdalil dengan kisah Umar bin Khattab r.a, beliau pernah tidak menghukum potong tangan kepada seorang pencuri karena pada waktu itu beriringan dengan banyaknya masyarakat yang sedang mengalami kelaparan dan kemiskinan.  Sebagaimana dijelaskan oleh ketua lembaga Ru'yatul Hilal, Muniburrahman. (aby/Fani)