Dewan Syura Bahrain Tetapkan Undang-Undang Larangan Minum Alkohol

ImageDewan Syura Bahrain menetapkan undang-undang larangan minum alkohol, tapi larangan itu terbatas bagi kaum muslimin saja. Adapun bagi selain mereka, Bahrain membolehkan minum alkohol di tempat-tempat tertentu.   Pembuatan undang-undang larangan minum alkohol itu setelah ditinjau dari berbagai segi, itu karena Bahrain adalah negeri sipil dan diaturoleh undang-undang. Di Bahrain juga terdapat berbagai macam agama, namun tetap agama Islam yang dijadikan sebagai agama resmi negara dan menjadi salah satu sumber hukum negara, jelas Wakil Ketua Dewan Syura, Jamal Fakhru.
  Selain itu, pembuatan undang-undang larangan minum alkohol juga mengacu kepada manfaat dan mudharatnya, terutama bagi segi keamanan, wawasan, masyarakat, kesehatan, dan ekonomi. Sebagaimana disebutkan oleh surat kabar Al-Wasth, Selasa (4/5).

Meski demikian, undang-undang itu masih menuai pro dan kontra. Para pedagang alkohol, industri alkohol, dan kelompok liberal menolak berlakunya undang-undang itu. Tak hanya mereka  yang kontra, tapi salah seorang anggota dewan syura pun ada yang kontra terhadap undang-undang itu. Khalid Muayyad, seorang anggota syura dibidang perekonomian mengkritik undang-undang itu. Menurutnya, pemberlakuan undang-undang itu akan mengganggu terwujudnya pasar bebas dan dunia. Karena, kebanyakan orang-orang asing yang terlibat dalam pasar bebas masih banyak yang meminum alkohol.

Namun hal itu dibantah oleh Ketua Dewan Syura, Muhammad Hadi al-Halwaji. Menurutnya, undang-undang ini tidak menggaggu pasar bebas. Karena dalam undang-undang ini, orang non-muslim masih diperbolehkan minum alkohol, namun ditempat khusus. Tempatnya tidaklah dibatasi, tapi sudah maklum bahwa yang menjadi tempat khusus adalah seperti di rumah sendiri ataupun diselainnya.

Undang-undang larangan minum alkohol sudah menjadi bahan perdebatan sejak 2002 M. Ketika itu, orang-orang non muslim tetap diperbolehkan minum alkohol. Dalam undang-undang pasal 307, bagi yang melanggar undang-undang ini maka ia akan dipenjara dan didenda sedikitnya 500 dinar, atau salah satu dari kedua hukuman ini.

Setelah undang-undang larangan minum alkohol menjadi bahan perdebatan oleh para anggota dewan syura dan telah disepakati hasilnya, undang-undang itu akan disampaikan kepada Raja Bahrain untuk disetujui. (aby/Fani)