Sunnah-Sunnah Ibadah Haji (2)

2. Sunnah-Sunnah yang Dilakukan Ketika Masuk Mekkah

a,b,c Mabit, menginap di Dza Thuwa, mandi ketika masuk Mekkah, dan masuk Mekkah di siang hari.

Dari Nafi’, ia bertutur, “Adalah Ibnu Umar r.a. apabila masuk tanah suci di bagian pertama masuknya, dia menghentikan bacaan talbiyah kemudian bermalam di Dzu Thuw, terus mengerjakan shalat  Shubuh dan mandi. Dia memberitahu bahwasannya Nabi saw. mengerjakan itu (juga)." (Muttafaqun ‘alaih: Fathul Bari III:435 no:1573 dan lafadz ini bagi Imam Bukhari, dan Sema’na diriwayatkan Muslim II: 919 no:1259 dan ‘Aunul Ma’bud V:318 no:1848).

d.      Masuk Mekkah dari Tanah yang Tinggi.

Dari Ibnu Umar r.a. berkata, ”Adalah Rasulullah saw. masuk dari Mekkah dari tanah yang tinggi dan keluar dari tanah yang rendah.” (Muttafaqun ’ialah: Fathul Bari III:436 no:1575 dan lafadz ini baginya, Muslim II:918 no:1257, Nasa’i V:200 dan Ibnu Majah II:981 no:2940).

e.       Mendahulukan kaki kana ketikaakan masuk Masjidil Haram sambil mengucapkan do’a:

”Aku berlindung kepada Allah Yang Maha Agung, kepada Wajah-Nya Yang Maha Mulia, dan kepada Kekuasaan-Nya yang bersifat qadim dari godaan syaitan yang terkutuk. Dengan (menyebut) nama Allah, ya Allah curahkanlah shalawat dan salam kepada Muhammad, ya Allah bukalah untukku pintu-pintu rahmat!” (Shahih: al-Kalimuth Thayyibu hal.65).

f.        Apabila melihat Baitullah, dianjurkan mengangkat kedua tangan, bila ia menghendakinya.

Ini didasarkan pada riwayat Ibnu Abbas ra dengan sanad yang shahih. (Lihat Manasikul Haj hal. 20 dan Mushannaf Ibnu Abi Syaibah III:96). Dianjurkan juga berdo’a dengan do’a yang mudah, dan jika dia membaca apa yang pernah dipanjatkan Umar ra.

”ALLAHUMMA ANTAS SALAAM, WAMINKAS SALAAM, FAHAYYINAA RABBANAABISSALAAM (Ya Allah, Engkaulah Yang Maha Pemberi Kesejahteraan, dari-Mulah segala kesejahteraan; karena itu, hidupkanlah kami, wahai Rabb kami, dengan sejahtera)." (Manasikul Haj hal.20 dan Baihaqi V:72).

Maka itu adalah karena bersumber dari sahabat Umar.

Sumber: Diadaptasi dari 'Abdul 'Azhim bin Badawi al-Khalafi, Al-Wajiz Fi Fiqhis Sunnah Wal Kitabil 'Aziz, atau Al-Wajiz Ensiklopedi Fikih Islam dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah Ash-Shahihah, terj. Ma'ruf Abdul Jalil (Pustaka As-Sunnah), hlm. 481 – 483.