Jika Seseorang Menjamak Shalat Dzhuhur dan Ashar, Apakah di Setiap Shalat Harus Dibacakan Iqamah? Ap

Jika Seseorang Menjamak Shalat Dzhuhur dan Ashar, Apakah di Setiap Shalat Harus Dibacakan Iqamah? Apakah Untuk Mengerjakan Shalat Sunnah Juga Perlu Iqamah?

Jawaban:

Benar, bahwa di setiap shalat itu harus dibacakan iqamah, seperti yang dijelaskan dalam hadits Jabir Radhiyallahu Anhu tentang sifat haji Nabi Shallallahu Alahi wa Sallam, yang mana beliau shalat di Muzdalifah. Jabir berkata, “Beliau membaca iqamah, lalu shalat Maghrib, kemudian membaca iqamah lalu shalat Isya’ dan tidak membaca tasbih antara kedua shalat tersebut.” (Al-Bukhari). Ditakhrij oleh Al-Bukhari dalam kitab Al-Hajj, bab “Al-Jam’u Baina Shalatain bi Al-Muzdalifah”, dan Muslim, kitab Al-Hajj, bab “Al-Ifadhah min ‘Arafaat”.

Sedangkan untuk shalat sunnah tidak perlu dibacakan iqamah.

Sumber: Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-Utsaimin, Fatawa arkaanil Islam atau Tuntunan Tanya Jawab Akidah, Shalat, Zakat, Puasa, dan Haji, terj. Munirul Abidin, M.Ag. (Darul Falah 1426 H.), hlm. 300.