Menjaga Waktu: Rahasia Keberkahan Hidup

Ilustrasi waktu 2024 07 16 05 29 34 (1)

Para ulama salaf adalah generasi yang sangat menghargai waktu. Mereka melihat waktu sebagai nikmat Allah yang paling cepat hilang dan paling sering disia-siakan manusia.
Dalam Hilyat al-Awliya’, diriwayatkan bahwa Al-Hasan Al-Bashri berkata: “Wahai anak Adam, engkau hanyalah kumpulan hari. Jika satu harimu pergi, maka sebagian dari dirimu ikut pergi.” (Hilyat al-Awliya’)
Ini adalah salah satu nasihat paling terkenal dalam literatur tasawuf dan tazkiyatun nafs. Salaf memahami bahwa umur bukan hanya angka, tetapi modal untuk akhirat.

Mengapa Waktu Begitu Berharga dalam Pandangan Salaf?

  1. Karena waktu tidak pernah kembali
    Harta hilang bisa diganti. Kesehatan menurun bisa dipulihkan. Tetapi waktu—tidak ada kekuatan yang bisa mengembalikannya.
  2. Karena amal hanya bisa dilakukan ketika waktu masih ada
    Setelah ajal datang, semua kesempatan tertutup.
  3. Karena waktu adalah saksi bagi setiap perbuatan hamba
    Setiap detik akan menjadi catatan amal, baik atau buruk.

Kebiasaan Salaf dalam Mengoptimalkan Waktu

Dalam Hilyat Al-Awliya’, disebutkan bahwa:

  • ‘Amr bin Qais tidak pernah terlihat berlelai-leha; jika tidak shalat maka ia membaca Qur’an, jika tidak, ia berdzikir.
  • Abdullah bin Mas’ud pernah berkata:
    “Aku benar-benar membenci seseorang yang kosong dari amal, bukan dunia dan bukan akhirat.”
    Mereka memanfaatkan waktu dengan ibadah, ilmu, dan kebaikan.

Tanda Seseorang Menyia-nyiakan Waktunya

  1. Sering menunda amal baik
  2. Banyak waktu kosong tanpa tujuan
  3. Terlalu sibuk dengan hiburan
  4. Jarang mengevaluasi hari yang telah berlalu
  5. Tidak memiliki prioritas dalam hidup

Kiat Salaf untuk Mengelola Waktu

  1. Menetapkan agenda harian
    Salaf membagi waktu untuk ibadah, ilmu, istirahat, dan bersama keluarga.
  2. Menghindari maksiat
    Karena maksiat menghilangkan keberkahan waktu.
  3. Memulai hari lebih awal
    Sebagian besar ulama salaf memulai aktivitas saat fajar—waktu paling penuh keberkahan.
  4. Mengatur pergaulan
    Mereka sangat berhati-hati dari duduk-duduk sia-sia yang menghabiskan waktu.
  5. Muhasabah setiap malam
    Mengevaluasi hari dan merencanakan esok.

Aplikasi Praktis untuk Kehidupan Modern

  • Buat daftar 3 prioritas harian agar hidup lebih terarah.
  • Kurangi konsumsi media sosial dengan batas waktu tertentu.
  • Jadikan Subuh sebagai awal produktivitas spiritual dan duniawi.
  • Sediakan momen belajar agama walau hanya 10 menit per hari.
  • Catat evaluasi singkat di akhir hari: “Waktuku hari ini dipakai apa saja?”

Penutup
Waktu adalah modal terbesar seorang mukmin. Para ulama salaf berhasil menjadi generasi terbaik karena mereka tidak menyia-nyiakan waktu mereka. Mereka memahami bahwa setiap hari adalah kesempatan untuk mendekat kepada Allah, memperbaiki diri, dan meninggalkan jejak amal yang abadi.
Semoga kita termasuk orang yang menjaga waktu sebagaimana para salaf menjaga waktu-waktu mereka.

Sumber: Hilyat Al-Awliya’, Abu Nu’aim al-Ashfahani