Menyambut Tahun Baru dengan Iman, Bukan Euforia

Istockphoto 1814169644 612x612 83168a00b62f6d9d60c9f751a473840f

Pergantian tahun sering kali identik dengan pesta, hura-hura, dan euforia sesaat. Dentuman kembang api, terompet, dan hiburan malam dianggap sebagai simbol kebahagiaan menyambut tahun baru. Namun bagi seorang Muslim, pergantian tahun seharusnya dimaknai dengan peningkatan iman dan kesadaran akan waktu, bukan larut dalam euforia yang melalaikan.

Waktu adalah Amanah
Dalam Islam, waktu merupakan nikmat besar yang sering disia-siakan. Rasulullah ﷺ bersabda: “Ada dua nikmat yang banyak manusia tertipu di dalamnya: kesehatan dan waktu luang.” (HR. Bukhari)

Setiap pergantian tahun berarti jatah usia berkurang. Karena itu, seorang Muslim semestinya menyambutnya dengan rasa syukur, takut, dan harapan, bukan dengan perayaan yang menjauhkan dari dzikir dan ketaatan.

Iman atau Euforia: Pilihan Sikap Seorang Muslim
Euforia hanya memberi kesenangan sementara, namun iman menumbuhkan ketenangan yang hakiki. Allah ﷻ berfirman: “Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra‘d: 28)

Ketika malam tahun baru diisi dengan dzikir, doa, membaca Al-Qur’an, dan muhasabah, maka pergantian waktu menjadi bernilai ibadah. Sebaliknya, jika diisi dengan kelalaian, maka ia hanya akan menjadi saksi atas waktu yang terbuang.

Bukan Meniru, Tapi Memiliki Prinsip
Islam mengajarkan umatnya untuk memiliki identitas dan prinsip hidup. Rasulullah ﷺ bersabda: “Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud)

Hadits ini menjadi pengingat agar seorang Muslim tidak larut dalam tradisi yang bertentangan dengan nilai iman dan akhlak, meski dianggap lumrah oleh masyarakat.

Cara Islami Menyambut Tahun Baru

Beberapa amalan yang bisa dilakukan oleh seorang Muslim saat pergantian tahun antara lain:

  • Muhasabah atas dosa dan kelalaian selama setahun
  • Memperbanyak istighfar dan taubat
  • Menetapkan target ibadah dan akhlak
  • Mengisi malam dengan shalat, dzikir, dan doa
  • Menjauhi aktivitas yang melalaikan dan sia-sia

Penutup
Menyambut tahun baru bukan soal seberapa meriah perayaannya, tetapi seberapa besar iman yang dibawa ke tahun berikutnya. Jadikan setiap pergantian tahun sebagai pengingat bahwa kita semakin dekat dengan akhir perjalanan hidup.

Semoga Allah ﷻ menjadikan pergantian tahun sebagai sebab bertambahnya iman, bukan bertambahnya kelalaian.