Selain memberi contoh pola hidup sehat, Rasulullah ﷺ juga menyebutkan beberapa jenis pengobatan yang dikenal sebagai Thibbun Nabawi. Namun, penting diingat bahwa Islam tidak melarang pengobatan modern. Justru keduanya bisa saling melengkapi selama halal dan bermanfaat.
1. Madu: Obat Alami dalam Al-Qur’an dan Sunnah
Allah Ta’ala berfirman tentang lebah dan madu:
“…Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia…” (QS. An-Nahl: 69)
Rasulullah ﷺ juga pernah menganjurkan madu sebagai obat gangguan pencernaan.
Dalam sebuah hadis shahih, diceritakan ada seseorang yang mengeluh saudaranya sakit perut. Nabi ﷺ bersabda, “Berilah ia minum madu”, dan ini diulang sampai beberapa kali. (HR. Al-Bukhari, no. 5684)
2. Habbatussauda (Jintan Hitam)
Rasulullah ﷺ bersabda: “Gunakanlah Habbatussauda, karena di dalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit, kecuali kematian.” (HR. Al-Bukhari, no. 5688; Muslim, no. 2215)
Habbatussauda banyak dimanfaatkan sebagai suplemen untuk:
- Meningkatkan daya tahan tubuh
- Membantu mengurangi peradangan
- Menjaga stamina
Namun, penggunaan tetap harus bijak dan sebaiknya dikonsultasikan jika punya penyakit tertentu.
3. Bekam (Hijamah)
Bekam adalah metode pengobatan dengan mengeluarkan darah kotor pada titik-titik tertentu di tubuh.
Rasulullah ﷺ bersabda: “Sesungguhnya sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah hijamah (bekam).” (HR. Al-Bukhari, no. 5696)
Sebagian manfaat bekam menurut banyak praktisi:
- Melancarkan peredaran darah
- Mengurangi nyeri otot dan pegal
- Membantu detoksifikasi tubuh (dalam cara pandang tradisional)
Namun tetap:
- Lakukan di tempat yang terpercaya
- Dengan alat yang steril
- Oleh terapis yang paham teknik dan kaidah medis dasar
4. Thibbun Nabawi dan Medis Modern: Bukan Musuh
Islam menganjurkan kita berobat ketika sakit. Thibbun Nabawi adalah bagian dari warisan yang penuh berkah, tetapi bukan berarti menolak ilmu kedokteran modern.
Prinsipnya:
- Memilih yang halal dan bermanfaat
- Menghindari syirik, perdukunan, dan pengobatan yang tidak jelas dalil atau medisnya
- Menggabungkan doa, ikhtiar pengobatan, dan tawakal kepada Allah
5. Doa-Doa untuk Kesehatan
Selain usaha lahir, Rasulullah ﷺ mengajarkan doa untuk memohon kesehatan.
Di antara doa Nabi ﷺ: “Ya Allah, berikanlah kesehatan pada tubuhku. Ya Allah, berikanlah kesehatan pada pendengaranku. Ya Allah, berikanlah kesehatan pada penglihatanku. Tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
Doa ini bisa dibaca setiap pagi dan petang, sebagai bentuk permohonan agar Allah menjaga kesehatan tubuh kita.
Penutup Besar Seri Kesehatan Ala Rasulullah ﷺ
Dari Seri 1 sampai Seri 5, kita belajar bahwa kesehatan ala Rasulullah ﷺ mencakup:
- Pola makan yang seimbang dan tidak berlebihan
- Cara minum yang beradab dan menyehatkan
- Kebersihan diri dan lingkungan
- Pola tidur yang teratur serta aktivitas fisik yang cukup
- Kesehatan hati dan emosi melalui dzikir dan pengendalian marah
- Ikhtiar pengobatan yang halal, termasuk Thibbun Nabawi
- Doa dan tawakal sebagai puncak penghambaan
Mengikuti sunnah Nabi ﷺ dalam menjaga kesehatan adalah bentuk cinta kita kepada beliau, sekaligus upaya menjaga amanah tubuh yang Allah titipkan.
Sumber: Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, Ath-Thibb An-Nabawi.